Input your search keywords and press Enter.

Ayo kita pulang

Perut ini serasa menarik ku untuk segera pulang. tapi tidak, ternyata aku belum bisa pulang meski waktu telah menunjukan pukul 05.13 sedang mereka yang lain telah pulang 2 jam yang lalu. Tak apalah sekuat tenaga aku akan menunggu.

 

Sampai kelar dan bisa pulang, entah itu harus menunggu berapa menit atau jam lagi. Mungkin ini resiko ketika sedari awal kita bergabung dengan orang lain untuk memulai sesuatu. Ada perasaan senasib sepenanggungan, perasaan kita berjuang bersama-sama untuk meraih satu yang pasti. Masa depan yang lebih baik tentunya.

Hidup tak selamanya menyenangkan itu pasti sama hal nya matahari. Kadang ada di timur kadang ada dibarat, semua berjalan seirama dan tentunya dengan takdir tuhan.

Bukannya tidak tahu terima kasih dan selalu meninggalkan apa yang sudah didapat. Tapi sudah menjadi naluri manusia yang tida ada puasnya. Tidak ada yang sempurna kecuali sikap syukur kita yang akan menjadikan pilihan kita sempurna.

Semua ada perbedaan dan perbedaan itu yang akan menjadi warna bagaikan pelangi. Semua ada suka duka, senang susah, tangis tawa dan semua serba bagaikan koin dengan dua sisi. Kita tidak akan bisa melihatnya secara bersamaan.

Ada yang harus kita tinggalkan, ada yang harus mengalah untuk ada juara. Menjadi pekerjaaan rumah adalah menjadikan sesuatu yang tidak sempurna menjadi baik, layak dan bisa dipahami. Itu semua tentunya akan bisa kalau saja kita menggunakan kaca mata yang positip.

Masih saja belum selesai, entah apa yang dikerjakan mereka sampai tidak mau pulang. Sebenarnya apa yang mereka cari; uangkah, perhatian dari atasan kah, prestasi kah atau kepuasan dalam bekerja.

Memang menjadi pilihan ketika kita bekerja mau cari apa dan semua sah pilihan itu. Tapi apa masih layak bila semua yang lain telah pulang. Tidak ada lagi ada orang yang ada disini dan mereka masih saja asik bercengkerama seolah tidak ada pekerjaan yang lain.

Tuhan, tolong kasih tahu mereka. Aku mau pulang, ayo kita pulang, sebentar lagi berbuka dan apakah kalian tidak ingin berbuka dengan keluarga meski hanya dengan teh manis.

Hiks, tau g si aku dah bete ditempat ini……

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

WhatsApp chat