Cegah Tangkal Hoax dan Bijak Bersosmed ala Milenial

Cegah Tangkal Hoax dan Bijak Bersosmed ala Milenial

Sebagai anak muda ada baiknya untuk turut ambil bagian dalam upaya cegah tangkal hoax dan bijak bersosmed. Tujuannya sudah pasti untuk menjaga agar apa yang tersaji adalah sebuah fakta bukan pepesan kosong.
Wempy Dyocta Koto

Banyaknya sosial media yang terus bertumbuh membuat siapa saja harus mawas diri. Jangan sampai memproduksi atau menyebarkan berita bohong yang kemudian akan meresahkan masyarakat luas.

Anak muda yang lebih familiar disebut kaum milenial seringkali menjadi sasaran dari pembuat hoax. Oknum yang tidak bertanggung jawab akan melempar isu dan kemudian menggoreng ke ranah publik.

Lempar batu sembunyi tangan, mungkin itu peribahasa yang bisa mewakili kondisi saat ini. Dimana mereka akan terus berupaya untuk menebar berita bohong secara sistematis dan saling keterkaitan satu sama lain untuk kemudian dilempar isu utama.

Kita sebagai anak muda harus sedari awal paham dan sadar diri bahwa semua informasi yang ada tidak bisa ditelan mentah-mentah. Harus ada upaya kroscek dari berbagai sumber untuk kemudian diambil kesimpulan hal tersebut adalah berita hoax atau bukan.

Jangan sekali-kali terpancing dan terprovokasi untuk ikut menyebarkan. Mencoba menahan diri, sumber berita apakah valid atau tidak. Dan bila kamu masih ada yang kesulitan untuk membedakan mana berita hoax atau tidak berikut ada sedikit informasi yang saya himpun dari berbagai sumber.

1. Cek sumber media

Pastikan berita atau artikel yang dibaca berasal dari media yang diakui kredibilitasnya. Media harus memiliki rekam jejak yang baik dan tidak memiliki kepentingan tertentu. Hindari media yang berpotensi dengan afiliasi kepentingan karena bisa jadi akan menggiring opini public.

2. Cek minimal 3 sumber berbeda

Seringkali tanpa kita sadari bila berbelanja sesuatu kita akan cek 3 harga. Membandingkan harga antara satu tempat dengan tempat lain. Dalam kaitan cegah tangkal hoax ini pun kita bisa melakukannya dan bila masih ragu maka tambah sumber referensi.

3. Gunakan grup diskusi

Semisal dengan saya yang kebetulan bergabung dengan komunitas blogger dan duta damai dunia maya. Banyak hal bisa di diskusikan dalam grup untuk lebih memastikan informasi yang ada hoax atau bukan. Di sini kamu bisa menggunakan beberapa grup yang cukup majemuk karena satu sama lain akan memiliki informasi yang beragam.

Di sosial media sendiri kini tekah banyak grup diskusi yang konsen cegah tangkal hoax semisal Forum Anti Fitnah, Hasut, dan Hoax (FAFHH), Fanpage & Group Indonesian Hoax Buster, Fanpage Indonesian Hoaxes, dan Grup Sekoci.

4. Gunakan fitur layanan berita hoax

Yang paling canggih dan valid tentu saja menggunakan fitur layanan berita hoax. Disini kita cukup memasukan kata kunci dan kemudian akan muncul beberapa referensi untuk memastikan akurasi informasi.

Fitur layanan yang cukup baik memberikan informasi terkait hoax atau bukan antara lain Hoax Buster Tools (HBT). Disini kita yang ingin cek artikel hoax atau bukan cukup kopi paste dan nanti akan muncul informasi yang meyatakan informasi itu benar atau tidak.

Selain itu masih ada Trust Positif yang bisa digunakan selain untuk mengecek hoax atau tidak juga bisa untuk melaporkan konten tersebut agar di tindaklanjuti. Saat melakukan pengaduan tidak perlu takut karena kita akan dilindungi. Pastikan sertakan informasi diri agar mudah ditindak lanjuti.

Satu yang pasti dimiliki para anggota duta damai dunia maya tentu saja Getar Media. Aplikasi yang di gagas BNPT ini tak hanya untuk melapor saja tapi juga bisa digunakan untuk diskusi dan mencari referensi dengan validitas tingkat tinggi.

Selain beberapa cara sederhana dan aplikasi di atas ada banyak cara untuk cegah tangkal hoax. Namun lebih penting bagi masing-masing pribadi adalah jangan sampai turut serta memproduksi atau menyebarkan berita hoax.

Di tanah air salah satu sosok yang giat menyuarakan anti hoax adalah Uda Wempy. Pemilik nama lengkap Wempy Dyocta Koto mengajak bijak bersosmed kepada seluruh anak muda. Ia berharap agar sosial media digunakan dengan cara yang baik.

Ajakan pria Padang untuk bijak bersosmed ini dapat dilihat dari beberapa postingan instagram https://instagram.com/wempydyoctakoto. Selain sebagai anak bangsa yang konsen terhadap isu antihoax public juga mengenalnya sebagai Wempy Dyocta Koto investor. Hal ini karena memang ia menjadi salah satu investor muda khususnya yang berkaitan dengan startup dan dunia digital.

Jangan sampai sosial media di kemudian hari akan menimbulkan masalah hanya karena kita tidak bijak menggunakannya. Tak mau bukan, kamu tersandung masalah dan dipenjara gara-gara salah twit atau bikin status di sosial media.

Tinggalkan Balasan

Close Menu