Guru Istimewa Dari Dulu Hingga Sekarang

Saya mungkin termasuk salah satu orang yang beruntung karena terlambat masuk bangku kuliah. Disaat teman TK sudah menyelesaikan S1 saya justru baru mendaftar.

mercubuana
mercubuana-yogya.ac.id

Saya katakan beruntung kenapa. Karena sebelum memutuskan melanjutkan pendidikan saya telah mengalami fase susahnya cari duit. Berbekal dari sisa bekerja saya pun melanjutkan ke salah satu perguruan tinggi terbaik di Jogja.

Terbaik disini saya katakan karena bisa jadi bila kuliah ditempat lain semua hal istimewa tidak akan terjadi. Salah satunya tentu saja guru kehidupan almarhum Dody.

Selain itu ada satu dosen yang saya katakan guru teristimewa. Bukan tanpa alasan sosoknya yang tenang dan penuh percaya diri menunjukan bahwa beliau adalah seorang dosen yang mumpuni.

Kami biasanya menyapanya dengan sebutan Ibu Indra Ratna. Jujur memang saya ada rasa jiper saat berhadapan dengan beliau.

Istilah kata takut mati kutu dan merasa diri ini sama sekali tidak ada ilmunya. Namun dibalik itu semua membuat saya tertantang untuk terus mendekat dan menyerap ilmunya.

Tak ada nilai istimewa yang saya dapat dari beliau. Konon, dapat nilai C saja bisa berucap syukur alhamdulillah. Terlebih dapat nilai B mungkin itu akan jadi catatan sejarah tersendiri bagi mahasiswa.

Hanya beberapa mata kuliah saya diasuhnya. Tapi itu tak mengapa minimal saya dapat belajar tentang arti yang sebenarnya daripada sekedar nilai A diatas kertas.

Wajar kiranya meski lulus dari bangku kuliah 10 tahun yang lalu tiap lebaran mencoba senantiasa bersilahturahmi. Walau saya bukan mahasiswanya lagi tapi saya masih ingin berdiskusi dan berguru dengannya.

Topik pembahasan yang makin matang. Saya dengan beliau bisa diskusi tentang banyak hal dari berbagai perspektif.

Dari obralan tersebut saya juga mendapat berbagai masukan dari sosok yang konsen akan dunia pendidikan. Memberi warna yang beda setelah sekian tahun saya meninggalkan kampus.

Seolah ada ruang yang terisi manakala tidak kesampaian cita-cita melanjutkan pendidikan lebih tinggi. Bukankah semua orang itu guru dan tak salah kiranya kalau saya mengatakan beliau guru istimewa.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *