Psychology

Jangan Salah Pilih Niche Untuk Blog

Judul ‘Jangan Salah Pilih Niche Untuk Blog’ sengaja saya pilih karena setelah berpikir dan merenung beberapa saat ada yang salah dengan blog yang sedang saya garap ini. Nama dan konsep boleh bagus tapi kalau ternyata kita tidak paham betul tentang tema tersebut bisa bermasalah tentunya.

Berhubung ini sudah jadi dan sudah jalan tak ada alternatif lain selain iklas melepasnya. Mencoba kembali ke khitah. Bahwa saya hanya akan mengerjakan apa yang saya sukai dan tentunya sedikit banyak saya kuasai.

Bekerja adalah hobi saya dan hobi saya adalah mengerjakan apa yang saya senangi. Mantra tersebut akan selalu di pegang dan dalam dunia perbloggingan pun demikian.

Jangan sampai salah pilih niche dan menjadi blunder. Akhirnya menyajikan berita yang kurang tepat atau parahnya salah dan menyesatkan. Bisa jadi dosa dan tentunya siang malam tak akan bisa tidur nyenyak.

Oleh karena itu bila mungkin rekan-rekan blogger atau yang hobi menulis dan memahami sedikit banyak tentang konsep blog di usung bolehlah meminangnya. Tujuannya tak lain dan tak bukan tentu saja mendokumentasikan apa yang ada di kepala dan hati untuk kelak bisa dibaca anak cucu.

Menjadi pengingat bagi saya tentunya. Untuk fokus pada apa yang ada, pada apa yang diyakini dan benar tahu hitam putihnya. Jangan sampai mencoba mengulas banyak hal dengan keterbatasan wawasan.

Hendaknya sebelum benar-benar memilih nama untuk sebuah blog agar membuat blue print. Kelak apa saja yang akan tertuang di dalamnya sehingga kita tidak akan merasa buntu dikemudian hari.

Atau parahnya menyesal dan kecewa kenapa hal ini tidak dipikirkan sejak awal. Blog adalah cerminan diri dimana banyak hal bisa dituangkan di dalamnya.

Tak ubahnya sebuah pakaian dimana kita akan menghias sebaik mungkin agar apa yang dikenakan bisa dikenang. Bukan untuk orang lain tapi pastinya bagi diri pribadi bahwa ada nilai-nilai yang senantiasa di pegang.

Menulis tak cukup hanya dengan akal sehat karena di dalamnya dibutuhkan jiwa atau ruh. Kejujuran hati bahwa kita tak akan pernah bohong dan ingkar terhadap hati nurani. Maka mulai sekarang sebelum blog itu jadi tentukan niche blogging untuk menjadi benang merah kelak apa yang akan dirajut.

Sudah cukup lah ya dan buat kamu yang pengen blog dengan DA 13, PA 32, usia satu tahun lebih dengan jumlah artikel tayang 62 bisa japri saya ya.

Related Articles

6 Comments

  1. Bener, Mas. Sebisa mungkin domain dan niche itu sejalan. Aku juga udah pernah melepas satu blog krn merasa sulit untuk mengembangkan ide. Tepatnya karena aku ga punya ilmu di bidang itu, jadi bener-bener buntu ide.

  2. Benar, untuk kebutuhan idealis, memang kita butuh mengenali kemampuan atau interesting kita sendiri untuk mengaplikasikannya menjadi sebuah topik blog. Tapi, jika untuk “dapur”, mau tidak mau, harus menyesuaikan berusaha beradaptasi dengan topik yang sedang tren.. setujukah, mas joko? 🙂

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close