Masih Jadi Karyawan, Waspadalah

Masih jadi karyawan, waspadalah.
Satu statement yang cukup menampar pikiran dan alam bawah sadar. Satu kalimat yang kembali saya temukan di event gapura digital.

Bagaimana tidak, bila kita bertahan menjadi karyawan maka harus siap suatu ketika harus putus manakala perusahaan tidak menggunakan jasa kita. Lain halnya bila seseorang memutuskan menjadi pelaku usaha. Bisa dipastikan hingga tua ia tidak akan pernah kehilangan status.

Alasannya cukup sederhana, bila seseorang membangun usaha sudah pasti ia akan tumbuh ke atas. Artinya semakin kedepan maka ia akan terus bertumbuh.

Mungkin saya atau kita yang telah menyandang gelar karyawan lupa. Status tersebut kapan saja bisa dicabut dan pada akhirnya kita akan dititik nadir.

Beruntung bagi mereka yang memiliki keahlian lebih tapi berapa banyak yang mempunyai kemampuan itu. Mayoritas karyawan adalah tenaga teknis dimana mereka telah memiliki ritme kerja.

Bagaikan sebuah mesin, mereka telah diseting sedemikian rupa sehingga membentuk sebuah ritus. Jadwal yang padat seringkali membuat seseorang enggan upgrade kemampuan.

Bisa yang selang beberapa tahun kemudian kita masih mengerjakan satu kegiatan yang sama. Tak sadar yang lain telah melangkah beberapa tahun kedepan.

Bila kita tidak ingin tergusur maka setidaknya ada 3 tahapan yang harus dikejar. Di tahun pertama kerja itu harus berorientasi pada penggembangan diri.

Jangan paksakan bertahan bila telah melalui masa dua tahun tidak ada peningkatan. Selanjutnya bila telah menemukan satu formula yang tepat ada baiknya untuk mengejar karir.

The right man on the right place mungkin rumus klasik yang masih bisa digunakan. Kerjakan sesuai hati nurani, sesuai dengan minat.

Jangan sesekali berpikir kerja sebatas untuk uang. Bisa jadi bila tidak sesuai ekspektasi maka akan turun semangat.

Harus percaya bila uang itu akan mengikuti kemudian. Seiring sejalan dengan kompetensi individu.

Bila seseorang memiliki kemampuan istimewa pasti perusahaan akan mempertahankan. Memberi apapun diminta karena tahu betul kalau benefit tidak kompetitif maka akan kehilangan aset.

Pada tahan ini seseorang bisa memutuskan apakah akan bertahan atau menerima pinangan. Tak jarang mereka yang tahu akan kompetensi diri akan berhitung tetap jadi karyawan atau menjadi pelaku wira usaha.

Namun pastikan melakukan perhitungan yang matang. Jangan menggunakan emosi atau perasaan sesaat yang kemudian akan timbul penyesalan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *