Mau Anteng di Dunia Maya dan Bersosial Media, Perhatikan ini

Siapa bilang etika hanya dibutuhkan dalam dunia nyata. Ternyata sering kali kita melihat perdebatan di dunia maya yang berujung pada permusuhan.

Kita tentunya tidak ingin hal itu terjadi. Oleh karena itu baik dalam dunia nyata maupun dunia maya sama-sama membutuhkan etika.

Seolah menjadi aturan atau kesepakatan yang telah disepakati meski tidak ada hitam putihnya. Kita, sebagai pengguna dunia maya harus tahu batasan-batasan mana yang boleh dan mana yang tidak.

Ada juga beberapa forum atau grup yang menggunakan kode atau rambu-rambu secara tertulis. Semisal membuat atau membagikan berita hoax, menyebarkan informasi yang berbau sara, kekerasan dan sejenisnya.

Bila ingin membagikan informasi pastikan telah validasi kebenarannya. Jangan sampai apa yang dilakukan berlanjut di jalur hukum.

Tak sedikit pengguna media sosial atau dunia maya terseret ke meja hijau gara-gara tersandung UU ITE.

Bahkan ada yang menggunakan hastag untuk memperjelas topik bahasan semisal #wts : want to sale, #wtb: want to buy, hingga #oot: out of the Topix. Semua itu tentu dibuat untuk memudahkan dan memberi kenyamanan seluruh member.

Tapi kini telah jamak bahwa tanpa kode ataupun hastag seluruh pengguna tahu tata krama atau aturan dalam bersosial media. Dan bila ternyata ada indikasi terjadi gesekan ada baiknya segera melakukan klarifikasi.

Bila tidak nyaman dalam forum terbuka ada baiknya menggunakan jalur pribadi. Usahakan bila terjadi salah paham saat itu juga terselesaikan.

Jangan ditunda atau berlarut-larut karena dunia maya itu identik dengan istilah “the bad news is the good news.” Sesuatu yang sifatnya negatif itu akan mudah menyebar.

Saya secara pribadi jujur suka membuat content atau berita. Namun apa yang saya bagikan telah saya uji kebenarannya. Kalau ragu-ragu maka saya akan cek dan ricek kembali dari beberapa sumber informasi.

Seringnya informasi yang saya bagikan hanyalah berita ringan. Jadi secara hukum pidana dan UU ITE relatif aman.

Selain itu untuk penggunaan karya orang lain akan ijin terlebih dahulu bila kebetulan kenal. Bila tidak tentu saja sesuai kode etiknya harus mencantumkan sumber.

This Post Has 2 Comments

  1. Untungnya sekarang pihak pemerintah sudah semakin berbenah. Evaluasi regulasi berkaitan dengan ITE. Kalau dibilang nantinya terlalu mengikat, sesungguhnya kita harus melihat dari sudut pandang mana.
    Dan kembali lagi, ada peraturan aja sering dilanggar, sering dijadikan pemicu perpecahan. Apalagi gak ada. Haha

    1. Yg kadang bikin sy geli itu apa yg sudah dilakukan KITA hingga berhak menghakimi orang lain

Tinggalkan Balasan

Close Menu