Mengenal Komponen dan Pembangkit Listrik

Pembangkit-Listrik
sewatama.com

Pengenalan komponen instalasi listrik sangat diperlukan untuk mengetahui fungsi masing-masing komponen tersebut dengan benar. Di toko perlengkapan listrik atau Anda bisa buka link web ini http://sewatama.com/id/product/power-rental/sewa-genset-solusi-kelistrikan/, dan disana banyak sekali merek komponen instalasi yang beredar.

Oleh karena itu, diperlukan pengetahuan standar aman bagi komponen instalasi yang akan digunakan. Disarankan untuk memilih komponen untuk perlengkapan instalasi listrik yang mencantumkan hal-hal sebagai berikut.
1. Nama pembuat atau merek dagang.
2. Keterangan tentang daya, tegangan atau arus pengenal.
3. Tanda pengenal standar yang digunakan, seperti Standar Nasional Indonesia (SNI) atau Standar Perusahaan Listrik Negara (SPLN).

Berikut ini adalah salah satu komponen-komponen perangkat instalasi listrik pada bangunan rumah.

1. APP dari PLN (kWH Meter)

APP (Alat Pengukur dan Pembatas) biasa disebut juga dengan meteran PLN (kWH meter). Alat ini berfungsi sebagai tempat penyambungan kabel dari tiang listrik ke instalasi dalam rumah.

Selain itu, APP berfungsi sebagai pengukur daya listrik (kWH meter) yang digunakan di sebuah rumah, dan sebagai pembatas/pemutus arus saat arus listrik di rumah tersebut berlebihan. Pemutus arus ini berupa MCB (Mini Circuit Breaker) atau sekring. APP menyalurkan listrik menuju ke PHB (Perlengkapan Hubung Bagi) atau disebut box MCB.

2. PHB (Box MCB)

PHB berfungsi untuk menerima energi listrik dari APP, mendistribusikan dan mengontrol penyalurannya melalui sirkuit cabang ke PHB cabang (misalnya pada rumah bertingkat) atau dari PHB langsung melalui sirkuit akhir ke beban, seperti stop kontak, lampu dan peralatan listrik lainnya.

Di dalam PHB terdapat alat pengaman berupa MCB atau pengaman lebur (sekring) dengan ukuran tertentu. Selain itu, di dalam PHB juga terdapat perlengkapan lainnya seperti kabel pembumian dan terminal kabel.

Alat pengaman berfungsi untuk memutus arus saat terjadi beban listrik berlebih dan terjadi hubungan pendek (korsleting). Alat pengaman merupakan bagian dari PHB (box MCB).

3. Elektrode Pembumian (Arde)

Pembumian adalah penyaluran hubungan ke bumi jika terdapat kebocoran instalasi atau arus listrik, karena bumi merupakan penetral arus listrik yang besar. Menurut PUIL 2000,elektrode pembumian adalah bagian konduktif atau kelompok bagian konduktif yang membuat kontak langsung dan memberikan hubungan listrik dengan bumi.

Elektrode pembumian dibuat dari bahan tembaga atau baja yang digalvanisasi (dilapisi tembaga). Alat ini digunakan untuk melindungi keselamatan pemilik instalasi dan peralatan/perlengkapan listrik agar terhindar dari kerusakan.

Tinggalkan Balasan

Tautan komentar adalah nofollow free.

Close Menu