Mungkinkah One Trip One Post

Kalau ada one day one post maka bolehlah one trip one post. Mencoba menyajikan 1 artikel dalam tiap perjalanan.

Rata-rata dalam 1 kali perjalanan saya membutuhkan waktu 30 hingga 60 menit. Artinya hanya waktu tersebut yang tersedia untuk menyelesaikan artikelnya.

Bisa dibilang gampang-gampang susah. Dibilang gampang karena memang untuk menulis tidak perlu berpikir ekstra.

Maklum blog personal, isinya hanya sebatas apa yang ada dibenak saya. Otomatis disclaimer ada disaya.

Lain halnya mungkin bila harus menulis sesuatu yang sifatnya publik. Dimana akurasi data harus diperhatikan.

Pemilihan kata juga harus ditelaah jangan sampai tafsir ganda yang pada akhirnya akan menyesatkan pembaca. Sudah cukup publik dicekoki dengan hal-hal yang belum teruji kebenarannya.

One post one trip ini sebenarnya sudah saya coba terapkan beberapa kali. Baik itu naik kereta atau bus sama aja selama masih kondusif.

Tapi jangan tanya produktifitas bila untuk bernafas saja sulit. Saat jam berangkat dan pulang kerja seringkali fasilitas publik melayani jauh lebih banyak dari kapasitas seharusnya.

Walhasil hanya bisa berharap segera sampai dan turun di tujuan. Jauh dari kata kualitas, saya sendiri belum bisa membuat indikator keberhasilan blog personal.

Apakah dikatakan berhasil saat kita bisa jujur menuangkan ide dalam bentuk tulisan. Atau baru dikatakan berhasil bila bisa memengaruhi pembaca atau memberi nilai lebih bagi mereka.

Bila opsi kedua yang dinyatakan sebagai keberhasilan tentunya naif sekali. Saya mah apa atuh, demikian mungkin apa kata orang sini.

Lagi-lagi disclaimer milik saya, artinya apapun yang saya tuangkan sebatas apa yang menjadi pemikiran personal. Tak ada yang salah dan tak ada yang benar karena itu semua relatif.

Tergantung dari sudut pandang seperti apa. Mungkin bagi penulis sejati tidak mungkin menghasilkan tulisan atau karya dalam hitungan menit.

Ada proses panjang menuangkan ide atau gagasan dalam bentuk tulisan. Ada proses editing untuk memastikan semua sesuai peruntukkannya.

Mungkin juga ada cek dan ricek atau validasi data. Tapi kembali, disini yang dituliskan hanya sebatas apa yang ada dibenak.

Apa yang mau divalidasi, apa yang mau dipastikan kebenarannya karena bila mau jujur ini hanyalah blog tempat curhat. Nggak lebih

Tinggalkan Balasan

Close Menu