Masih Jadi Karyawan, Waspadalah

Masih jadi karyawan, waspadalah. Satu statement yang cukup menampar pikiran dan alam bawah sadar. Satu kalimat yang kembali saya temukan di event gapura digital. Bagaimana tidak, bila kita bertahan menjadi karyawan maka harus siap suatu ketika harus putus manakala perusahaan tidak menggunakan jasa kita. Lain halnya bila seseorang memutuskan menjadi pelaku usaha. Bisa dipastikan hingga […]

Selengkapnya...

Miris Dua Sisi, Wajah Tenaga Kerja Kita

Miris dua sisi, mungkin itu istilah yang pas untuk menggambarkan kondisi wajah tenaga kerja kita. Bagaimana tidak disatu sisi mereka mengeluh kepayahan mencari pekerjaan disisi lain kita selaku Human Capital (HC) kesulitan mencari sumber daya manusia. Tidak ketemu titik temu, dimana setiap kandidat atau pencari kerja memiliki ekspektasi tinggi tapi tidak didukung kompetensi memadai. Dilain […]

Selengkapnya...

Guru Istimewa Dari Dulu Hingga Sekarang

Saya mungkin termasuk salah satu orang yang beruntung karena terlambat masuk bangku kuliah. Disaat teman TK sudah menyelesaikan S1 saya justru baru mendaftar. Saya katakan beruntung kenapa. Karena sebelum memutuskan melanjutkan pendidikan saya telah mengalami fase susahnya cari duit. Berbekal dari sisa bekerja saya pun melanjutkan ke salah satu perguruan tinggi terbaik di Jogja. Terbaik […]

Selengkapnya...

Semua Orang itu Guru, Meski Hanya Mengenalnya Sesaat

Semua orang itu guru. Mungkin itu adalah satu kalimat yang cukup sakti dan membuat saya senantiasa berpikir positif kapanpun dimanapun. Satu cara yang cukup efektif agar kita senantiasa bahagia. Tanpa energi negatif yang pada akhirnya akan menguras tenaga. Siapapun diluar sana, orang-orang yang pernah bertemu untuk waktu sesaat atau berulang-ulang. Selalu ada hal positip yang […]

Selengkapnya...

Global Warming, Cerita Lama Diulang Kembali

Cuaca siang hari kian terik menjadi pertanda bahwa kerusakan bumi benar adanya. Bukan isapan jempol atau dongeng dimana suhu bisa mencapai kepala tiga. Dan ketika ditanya siapa yang harus bertanggung jawab tentu manusia adalah penyebabnya. Saya, kamu atau kita tiap hari tanpa sadar memberi andil atas rusaknya bumi. Bagai kaset usang yang selalu diputar kembali. […]

Selengkapnya...

Dampak Sosial Media untuk Blogger Amatiran

Sebagai seorang blogger amatiran tentunya kita khususnya saya butuh alternatif lain untuk mendongkrak jumlah pengunjung. Bila tidak paham SEO atau Coding mungkin bisa memaksimalkan sosial media yang kian menjamur. Sosial media seolah menjadi jalan pintas untuk mengeruk trafik. Terkadang dengan langkah kecil dan sederhana pengunjung bisa menggunung. Berbicara tentang sosial media untuk blogger selain menggunakan […]

Selengkapnya...

Jadi Sales Mungkin Cita-Cita Selanjutnya

Seringkali orang menduga saya adalah marketing atau sales. Kesan pertama yang mungkin mereka dapat ketika bertemu orang yang banyak bicara dan bisa dibilang humble. Padahal sejatinya sehari-hari saya bekerja sebagai Human Capital Business Partner di salah satu perusahaan pembiayaan. Mungkin salah jurusan atau tidak saya juga kurang tahu tapi saya mencintai dunia penjualan. Saya begitu […]

Selengkapnya...

Indahnya Toleransi Terhadap Perbedaan Bagi Blogger

Dalam beberapa pekan ke depan, bisa dipastikan nuansa politis merambah berbagai bidang. Pemilukada serentak disusul pilpres seolah menjadi kue nan legit untuk disantap bagi para blogger. Bagi blogger yang bermain politik praktis tentu saja menjadi pihak yang diuntungkan. Terlepas partai menang atau kalah bagi seseorang yang bisa menggunakan momentum ini akan mendulang emas. Terlebih bagi […]

Selengkapnya...

Semua Orang itu Guru, Bagiku sih Gitu

Semua orang itu guru, mungkin itu adalah salah satu mantra yang bisa membuat setiap orang berpikir positif. Apapun yang dilakukan orang lain meski itu sebuah kecurangan tetap akan di syukuri. Tak mudah memang untuk mengatakan “semua orang itu guru.” Terutama bagi mereka yang memiliki kesombongan bahwa kesempurnaan adalah miliknya. Bagi saya pribadi entah kenapa itu […]

Selengkapnya...

Pesan Cinta Seorang Ayah

Mentari belum juga menampakkan keperkasaannya. Hari masih begitu gelap tapi bocah itu menggeliat pertanda dalam waktu dekat akan terjaga. Ellen demikian biasa ia disapa. Tidur pulas ya bisa jadi obat lelah bagi Jek. Tak butuh waktu lama, tangisnya pecah sebagai pertanda ia telah bangun dari peraduannya. Sosok laki-laki paruh baya dengan sigap pun menggendong. “Ada […]

Selengkapnya...