Petaka Dibalik Probattion

Mungkin bagi seseorang yang sedang mencari pekerjaan akan terasa bangga bila mendapat penawaran sebagai karyawan probattion. Bagaimana tidak, saat menginjakkan kaki telah dinyatakan karyawan tetap.
ilustrasi karyawan
Tapi nanti dulu, tidak semudah itu ternyata. Meski telah dinyatakan sebagai karyawan tetap tapi ia harus membuktikan kapasitas dalam waktu 3 bulan.

Dan bila gagal artinya harus siap diputus. Dari beberapa pengalaman yang saya temui, hanya sedikit mereka yang sukses menjadi karyawan tetap sepenuhnya.

Selebihnya mereka harus gigit jari karena memang kompetensi belum mencukupi. Mau tidak mau harus pilih opsi lain.

Opsi pertama bila gagal atau tidak sesuai ekspektasi kedua belah pihak bisa saling memutus hubungan kerja tanpa kompensasi apapun. Yang paling menyedihkan tentu saja di proses ulang menjadi karyawan reguler.

Meski opsi kedua yang banyak terjadi dan diterima kedua belah pihak ternyata hal tersebut menyalahi aturan atau UU. Namun kecenderungan karyawan akan menerima juga karena berpikir realistis.

Daripada harus cari kerja lagi, mulai dari nol lagi maka penawaran tersebut diterima. Kalau toh mencari pekerjaan lagi harus mulai dari proses mencari formasi yang sesuai, melamar hingga mengikuti serangkaian proses rekrutmen yang tidak sekali dua kali pertemuan.

Lain cerita bila memang seseorang telah dinyatakan ahli atau ekspert. Masuk ke perusahaan berbeda karena ada penawaran yang jelas.

Jelas disini tentu saja berkaitan dengan jobdesk yang kelak akan diemban. Bila yakin akan berhasil, lanjutkan. Namun bila ragu dengan kapasitas diri ada baiknya pikir-pikir kembali.

Bayangkan bila seseorang telah bekerja dalam satu perusahaan hingga 5 tahun. Ditawari satu posisi yang lebih tinggi dan tidak yakin akan mampu melalui atau tidak tapi dengan gegabah menerima tawaran tersebut.

Mungkin itu tak ubahnya menggali kubur sendiri. Ingat, ditempat baru memiliki komposisi SDM yang berbeda dengan sebelumnya.

Bisa jadi untuk dapat dikatakan klik butuh waktu hingga 1 bulan. Dengan demikian sejatinya ia hanya memiliki waktu 2 bulan untuk menunjukkan karya terbaik.

Bukan karena tidak mampu. Kadang mereka gagal tidak karena minim pengalaman dan kapasitas.

Tapi lebih tepatnya adalah kesempatan berproses. Proses tidak akan membohongi hasil tapi tetap kata kunci yang tersirat dari proses adalah waktu. Seringkali kali antara karir pun tidak seiring sejalan dengan finansial karena keduanya beda.

Jadi kalau memang ada penawaran kerja ambillah status kontrak atau perjanjian waktu tidak tertentu atau kontrak. Perjanjian ini bisa dibuat untuk jangka waktu 6 bulan atau 12 bulan.

Waktu yang panjang kiranya cukup untuk membuktikan kemampuan diri. Bila masih gagal juga mungkin ada yang salah. Miris memang tapi itulah wajah tenaga kerja kita entah di SDM atau sistem, semua bisa dievaluasi untuk mendapat formula terbaik.

This Post Has 8 Comments

  1. Mas Joko saya mau tanya dong.

    Menurut mas Joko selaku praktisi HRD nih.

    Bagaimana tanggapan mas Joko tentang perusahaan yang tidak menerapkan sistem karyawan tetap pada perusahaannya?

    Jadi semua karyawannya setelah probation hanya memperoleh kontrak kerja 1 tahun begitupun tahun-tahun berikutnya.

    Artinya karyawan tersebut tidak akan mendapatkan pesangon kan pak?

    Thank you

    1. Inilah salah kaprahnya pemahaman ttg probattion. Sejatinya bila karyawan mendapat penawaran tsb ia adalah karyawan tetap sejak kali pertama masuk hny hrs menjalani proses pembuktian selama 3 bln kedepannya kl ia layak menjadi kartap

  2. Dalam kamus bahasa inggris , arti probation adalah “masa percobaan”. jadi ya memang trial. Sepertinya status probation dimainkan utk menghindari status kontrak yg justru sedikit lebih jelas.

    1. Betul mase, tp seringkali mereka yg mendapat penawaran magang berucap probattion

  3. Tapi memang seperti itulah kenyataannya, SDM kurang begitu memadai dan kurang punya daya saing. Akhirnya karyawan tidak punya nilai posisi jual tinggi. “Dari pada nganggur ya sudah lah”, sebuah kata penghibur diri.

    1. Setahu saya perjanjian probattion itu hny berlaku bagi mereka yg bener2 ekspert, jd sangat kecil kemungkinan ditawarkan bagi mereka yg fresh graduate. Mereka yg pny pengalaman lebih dr 5 tahun saja blm tentu lolos apalagi yg baru lulus kemarin sore

  4. Mas Joko biasanya probattion berapa bulan paling lama?

    1. Sesuai yg disyaratkan UU no 13 thn 03, masa probattion itu 3 bulan. Jarang ada fresh graduate lolos sistem ini karena waktu yg sangat singkat. Tp kl projek jelas n yakin mampu sikat aja

Tinggalkan Balasan

Close Menu