Input your search keywords and press Enter.

Prokastinasi Itu Ada

Segala sesuatu itu pasti ada masanya. Tanpa kecuali, mulai dari yang sangat simple. Ada masa kita anak-anak, remaja, dewasa, dan tua. Semua tidak bisa ditahan, hanya saja kita bisa memilih, semua itu akan di percepat atau diperlambat.

Kadang ada yang suka memaksa untuk lebih cepat tumbuh tapi ada juga yang melakukan penundaan. Mungkin area nyaman membuat seseorang enggan berpindah, dari satu tingkat ke yang lebih tinggi, lebih baik, lebih matang dan sejenisnya.

Bisa juga karena adanya ketakutan yang berlebihan bahwa “yang akan datang belum tentu lebih baik dari masa sekarang.” Akhirnya yang ada stagnan dalam satu kondisi. Tanpa perubahan tanpa warna.

Semua itu adalah pilihan. Mau menjadi apa atau seperti apa itu adalah pilihan. Disadari atau tidak disadari semua adalah pilihan dan kita telah memilihnya.

Ingin saya mengatakan semua itu bukanlah pilihan.Seperti ketika lulus SD memilih ada di SMP 1 Godean. Sekolah yang kali pertama di datangi dan ijasah dimasukan meski dari kecil tidak tahu itu sekolah ada dimana.

Sama halnya ketika masuk  STM, tak pernah tahu nama STM Pembangunan dan jurusan listrik. Tapi itu semua ku pilih. Semua itu adalah pilihan dari berbagai alternatif yang ada.

Begitu juga dalam hal pekerjaan atau lebih tepatnya saya bilang karir. Saya lebih memilih yang dekat dengan hubungan pengembangan sumber daya manusia daripada jurnalistik atau industri praktis. Saya ingin mengatakan itu bukan pilihan, tapi itu sejatinya pilihan alam bawah sadar kita.

Apesnya (mungkin sebagai pembenaran) sampai sekarang belum juga menikah itu juga sebuah pilihan. Saya lebih memilih untuk bekerja dan bermain.

Semua begitu menyenangkan manakala bisa mendatangi banyak tempat, ketemu banyak orang dan mengetahui hal-hal baru. Tentunya sesuatu yang belum tentu bisa didatangi dan di nikmati banyak orang.

Alhamdulilah itu yang bisa dikatakan. Alloh selalu saja memberi melebihi apa yang di diharapkan.

Tak tahu sampai kapan tapi berjalan dan terus berjalan kaki ini. Tanpa bosan untuk terus melangkah.

Meski pada imbasnya terjadi penundaan pada hal yang lain. Semua perlu pengorbanan. Iya saya percaya tidak ada hal yang bisa didapat  tanpa kerja keras. Tapi mau sampai kapan. Hal itu belum terjawab.

Semoga tidak terlambat, penundaan yang terjadi bukanlah sebuah pembenaran atas ketidakmampuan menggapai sesuatu. Tapi semua murni pilahan. Pilihan yang bisa di pertanggungjawabkan.

Takutnya, bila tidak bisa dipertanggungjawabkan yang ada hanya penyesalan dimasa yang akan datang.

Harapku, semua itu adalah bekal untuk masa yang akan datang, masa tua. Yang ada hanya kebanggan tanpa penyesalan atas pilihan yang diambil.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *