Semua Orang itu Guru, Meski Hanya Mengenalnya Sesaat

Semua orang itu guru. Mungkin itu adalah satu kalimat yang cukup sakti dan membuat saya senantiasa berpikir positif kapanpun dimanapun.

Satu cara yang cukup efektif agar kita senantiasa bahagia. Tanpa energi negatif yang pada akhirnya akan menguras tenaga.

Siapapun diluar sana, orang-orang yang pernah bertemu untuk waktu sesaat atau berulang-ulang. Selalu ada hal positip yang dapat diambil dari mereka.

Salah satu sosok yang cukup luar biasa tentu saja ada nama Dody. Entah siapa nama lengkapnya saya lupa tapi ada banyak pelajaran positip bisa diambil.

Pelajaran paling berharga tentunya saat-saat diskusi tentang spiritualitas dan pencarian jati diri. Pada hakikatnya tiap individu akan selalu gelisah untuk menemukan siapa dirinya yang sebenarnya.

Satu buku yang teramat istimewa tentu saja Sang Alkemis dan beberapa waktu lalu saya sempat mengulasnya. Selain itu masih banyak topik bahasan menarik yang tidak bisa diurai satu-satu.

Sosok yang tak pernah menyerah meski sejak kanak-kanak telah di diagnosa dokter tak akan berumur panjang. Waktu itu ia sempat bilang, saat duduk di bangku SD usianya hanya tinggal beberapa tahun.

Tak mau menyerah dengan keadaan. Ia tetap semangat dan beraktifitas layaknya anak-anak pada umumnya.

Satu tahun berlalu, dua tahun berlalu hingga belasan tahun ia bertahan. Sayangnya, saya hanya sempat mengenal di bulan-bulan terakhirnya saja.

Dan tepat di hari ulang tahun saya, yang harusnya dirayakan dengan kegilaan harus pupus. Kami teman satu organisasi di pers mahasiswa sepakat untuk menemuinya untuk kali terakhir.

Tak ada kata terucap, baik saya dan rekan-rekan hanya membisu. Berharap kalau ini yang terbaik untuknya.

Cukuplah selama ia hidup merasakan rasa sakit yang tak pernah dilihat orang. Sepintas tak ada tanda-tanda sedang sakit.

Bahkan ia pun mampu mengikuti kegiatan ekstrim dengan naik gunung. Meski saat itu saya tak bersamanya tapi tahu betul medan yang harus dilalui untuk mencapai puncak.

Dalam keadaan lelah dan ngantuk kaki harus terus melangkah untuk berburu waktu. Kiri kanan jalan terjal bukan rintangan untuk merasakan nikmat yang tidak bisa dirasakan sembarang orang.

Kini, kamu telah pergi meninggalkan kami semua. Tapi saya dan rekan-rekan tak akan lupa untuk mengenangmu sebagai salah satu pejuang mimpi. Semua orang itu guru dan sedikit banyak kamu telah mengajarkanku akan keberanian mengejar mimpi.

This Post Has 2 Comments

  1. Turut berduka cita atas meninggalnya Dodi, teman baik mas.
    Memang tak mudah, melupakan kepergian seseorang yang dekat dengan kita.
    Kewajiban kita mendoakan orang-orang yang telah berpulang agar bahagia disana.

    1. makasih om

Tinggalkan Balasan

Close Menu