Terlalu Indah Untuk Di Lupakan

Terlalu indah untuk di lupakan. Satu kata yang begitu disuka dari masa ke masa. Semua yang pernah terjadi dalam hidup begitu luar biasa indah dari masa ke masa.

Bahkan ada musisi yang menciptakan lagu nan indah dengan judul “Demi Masa.” Sederhana memang, tapi jujurlah kita semua pasti mengakuinya apa yang kita lakukan asalkan bisa berpikir positip semua akan indah. Mungkin bukan saat ini tapi suatu saat nanti kita baru atau pasti menyadarinya.

Dulu memang pernah dan sempat juga menggerutu kenapa termasuk dalam golongan kurang beruntung. Tidak mendapat sesuatu yang didapat yang lain. Kenapa mereka bisa sedang saya tidak dan berbagai penyesalan yang lain.

Namun kini semua telah berubah, yang ada (semoga) hanya rasa syukur terhadap apa yang telah Tuhan berikan. Semua begitu indah, minimal saya pernah melakukan daripada orang yang lurus-lurus saja.

Bukan kriminal, semua masih sebatas kenakalan dan kegilaan yang jarang orang pernah dan mau melakukannya. Dulu sesaat setelah melakukannya selalu saja tertawa bareng temen-temen. Sekarang hanya bisa tersenyum dan membatin, “Ternyata dulu asik juga ya masa kanak-kanak yang tidak mau tahu tentang aturan.”

Tak ada kata terlambat, masih ada kesempatan untuk memperbaiki diri. Justru dengan berbuat salah kita malah bisa mengkoreksi apa yang telah kita lakukan.

Pasti akan sangat menyedihkan bila menjadi orang yang lurus-lurus saja. Tidak pernah mendapatkan tantangan, tidak ada sesuatu yang bergejolak dan bertindak spontan.

Hidup kalau monoton pasti alur akan mudah di tebak. Seperti matematika yang sudah ada rumusnya dan semua orang bisa tahu apa yang akan terjadi kelak.

Mungkin jalan hidupku itu bagaikan angin. Terombang ambing ke kanan dan ke kiri tanpa tujuan yang jelas mau menjadi seperti apa entahlah. Yang ada hanya bersyukur dan terus mencari jati diri. Enggan seperti yang lain yang menempatkan diri lebih karena kebutuhan perut bukan pada nilai-nilai yang diyakini.

Bergesernya era dari sikap-sikap yang menjunjung idealisme menjadi perilaku pragmatis dan sesaat. Menimbang soal resiko memang secara financial orang-orang yang bertahan dengan nilai yang diyakini akan kurang makmur daripada mereka yang lebih pragmatis.

Tetap tidak menyesal, berulang kali telah melepas semua kesuksesan yang pernah diraih. Dulu pernah ku raih dan suatu saat nanti pasti akan bisa di dapat kembali.

Tetap percaya harapan itu ada. Tidak ada alasan menyerah dan putus asa. Hidup begitu indah, tidak layak untuk disesali ataupun dipertanyakan.

Show must go on begitu kata orang luar. Siap tidak siap semua akan terus berjalan tanpa ada ampun. Waktu tidak dapat diputar kembali. Semoga Tuhan senantiasa beri yang terbaik kepada umatnya. Amin.

Tinggalkan Balasan

Close Menu