4 Tips Investasi Reksadana Bagi Milenial

Last Updated on 24 Desember 2020 by Joko Yugiyanto

Beruntung bagi kita, para milenial saat ini berkesempatan untuk investasi dalam berbagai bentuk. Salah satu yang digandrungi tentu saja investasi reksadana. Namun demikian para milenial ini hendaknya tahu apa itu reksadana dan yang seperti apa yang paling tepat.

pixabay.com
investasi reksadana

Jangan sampai salah sasaran dan kemudian merasa zonk atau buntung. Apa yang diupayakan selama bertahun-tahun tidak membawa impack signifikan.

Oleh karena itu menjadi penting bagi milenial bagi mereka untuk memahami dan mengenali investasi reksadana dan selanjutnya bisa mengimplementasikan. Kalau kamu sebagai pemula dan belum pernah mencoba investasi ini tidak perlu khawatir.

Ada banyak tutorial yang bisa dijadikan rujukan dan secara prinsip ada beberapa hal yang harus dipegang sejak awal. Jangan sampai tidak memikirkan hal-hal berikut dan kemudian terjadi penyesalan.

Tips Investasi Reksadana

Apapun alasannya, investasi itu harus terukur dan terencana. Jadi bukan satu kegiatan yang asal coba dan berharap kelak akan memberi nilai tambah.

Salah-salah yang terjadi kemudian seperti menggarami lautan. Mencoba menabur cukup banyak dana dan ternyata tidak memberi hasil positif.

Kenali 4 Hal ini Sebelum Investasi Reksadana

1. Pahami Kebutuhan

Setiap orang pastinya memiliki kebutuhan yang berbeda-beda satu sama lain. Pun demikian dalam investasi reksadana.

Jangan pernah memaksakan untuk investasi bila kebutuhan minimum belum tercukupi. Baik itu kebutuhan sandang, pangan maupun papan.

Hitung dengan cermat biaya hidup bulanan ditambah biaya tak terduga. Jangan sampai karena investasi kemudian yang ada adalah satu rasa tidak nyaman dalam kehidupan sehari-hari.

Jangan lupa tentukan apa yang menjadi target dikemudian hari. Target investasi ini bisa untuk dana pernikahan liburan atau mungkin untuk menempuh pendidikan yang lebih baik. Target ini erat kaitan dengan waktu yang dibutuhkan untuk investasi.

2. Ukur Tingkat Risiko

Setiap kegiatan yang berhubungan dengan finansial pastinya akan ada risiko. Menjadi penting kemudian untuk setiap orang bisa mengukur risiko yang kelak akan muncul.

Biasanya semakin tinggi risiko ditawarkan maka keuntungan didapat juga akan semakin tinggi. Sebaliknya semakin rendah risiko maka keuntungan didapat juga akan semakin tipis.

Ukur matang dan lakukan simulasi sebaik mungkin dalam berbagai kondisi. Jangan sampai salah perhitungan dan terjadi risiko kehilangan yang besar. Cara ini juga dapat menghindari jebakan batman dari investasi tidak jujur.

3. Pilih Reksadana Sesuai Kemampuan

Dengan memahami kebutuhan dan kematangan dalam mengukur risiko maka kita bisa memilih investasi reksadana yang tepat. Hal ini karena saat ini ada banyak jenis reksadana yang coba ditawarkan.

Jenis investasi yang paling banyak ditemukan di masyarakat antara lain reksadana pasar uang, pendapatan tetap, campuran, dan pastinya saham. Aneka jenis reksadana ini pastinya memiliki poin lebih dan poin kurang dan semua harus dicermati dengan seksama.

4. Rutin Berinvestasi

Bila sudah menemukan jenis investasi yang tepat maka saatnya konsisten. Dalam artian setiap bulan harus ada dana disisihkan dan bila bisa dalam satu bulan upayakan lebih untuk mendapat hasil lebih baik.

Investasi reksadana tak ubahnya seperti kita menabung pada bank konvensional. Dimana kegiatan ini sangat baik dan membantu keuangan tetap sehat.

Sebagai bukti saat ini jumlah investor mengalami peningkatan tiap tahun. Hal ini juga pastinya berbarengan dengan kesadaran milenial dimana menabung saja tidak cukup.

Melihat prosentase pendapatan investasi reksadana menjadi alasan kenapa kegiatan ini banyak diminati. Apalagi saat ini dalam prosesnya sangat mudah dimana kita sebagai investor tidak perlu datang ke bank atau satu kantor.

Cukup di rumah saja dan instal aplikasi kemudian isi dengan data sebenarnya. Selanjutnya cukup setor dana setiap bulan dan bila saatnya tiba tinggal tarik.

Satu pemikiran pada “4 Tips Investasi Reksadana Bagi Milenial”

Tinggalkan komentar