Psychology

Antara Rangga, Dilan dan Joko Yugiyanto

Terlalu naif kiranya bila saya memperbandingkan dengan sosok Rangga, Dilan yang banyak di gandrungi kaum hawa. Dimana mereka menjadi sosok fenomenal pada masanya. Sementara saya siapa, tak lebih dari kodok yang merindukan bulan.

Namun diantara perbedaan tersebut ada satu hal yang saya yakini miliki satu kesamaan. Idealisme, demikan saya menyebutnya dimana diantara kami bertiga memegang teguh nilai-nilai yang kami yakini sebuah kebenaran dan pantas untuk di pertahankan.

Terkesan pembangkang dan unik hingga di bilang nyeleneh. Berada dan berjalan dalam koridor yang berbeda dengan orang kebanyakan.

Rangga dikenal di masanya di tahun 2002, sementara Dilan booming di tahun 2018. Mereka mampu menaklukan Cinta dan Milea dengan caranya.

Agak aneh tentunya dimana film di produksi dalam rentang waktu yang berbeda. Tayang selisih 16 tahun tapi memiliki perwatakan yang hampir mirip.

Pertanyaannya kemudian apakah cewek di era sekarang tak ubahnya dengan cewek di awal 2000-an. Era yang mungkin adalah masa tante atau paman mereka di kala muda.

Dan kamu bila membaca artikel ini coba renungkan sejenak. Bila tumbuh di masa Cinta mungkinkan kamu bernostalgia melihat polah Dilan atau sebaliknya. Bila kamu tumbuh di zaman Milea dan ternyata cerita itu telah ada hampir 2 dasawarsa sebelumnya.

Tak perlu di jawab hanya cukup renungkan saja…..

Mencoba menelisik tentang sosok dua mahluk tersebut Rangga, Dilan memiliki persamaan yang paling pokok antara lain;

1. Ganteng

Siapa yang berani mengatakan mereka berdua bukan cowok ganteng. Bisa jadi akan di bully oleh perempuan di sekitarnya. Kehadirannya senantiasa di tunggu para cewek yang ada di sekolah mereka.

2. Misterius

Dalam sebuah segmen kalau tak salah Cinta yang kala itu diperankan Dian Sastro pernah mengatakan kalau cowok ini misterius dan tak banyak informasi yang bisa di gali. Faktor ini lah yang sering kali di suka kaum hawa dimana kemudian mereka merasa di perlakukan istimewa.

3. Susah diatur

Seperti yang saya tuliskan di awal bahwa ketiga cowok ini dan kemudian saya berani menyematkan diri salah satu diantaranya adalah susah diatur. Dimana kami tumbuh dengan alam dan pikiran kami yang mungkin akan dianggap beda dengan yang lain.

4. Tampil beda

Tak di pungkiri seringkali perempuan menyukai sosok yang berani tampil beda. Bila sama mungkin dalam benaknya apa yang bisa di lihat. Bahkan dalam beberapa kali sesi survey kecil-kecilan cewek (untuk pacaran) kurang suka dengan cowok baik-baik yang kemudian dianggap biasa saja.

Disini saya tidak akan mengatakan kami kriminal. Hanya saja seringkali kami berani mendobrak apa yang seringkali muncul di masyarakat dan itu bisa dikatakan salah.

Fakta adanya bila saya tidak seganteng mereka minimal dengan melihat 2 film tersebut saya akan berani mengatakan. “Saya termasuk orang yang beruntung dimana tumbuh dengan satu idealisme dan keyakinan yang senantiasa di pertahankan.”

Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close