Tech

Beberapa Alternatif Efisiensi Energi Gedung Perkantoran

Efisiensi Energi Gedung Perkantoran

Coorporate Social Responsibility atau yang biasa di kenal dengan CSR telah dilaksanakan oleh PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk dibidang pelestarian lingkungan. Sistem energi di gedung-gedung perkantoran Telkom telah dibuat menjadi lebih efisiensi energi gedung.

Beberapa langkah nyata dan strategis yang telah dilaksanakan antara lain:

  1. Penggunaan kumpulan kapasitor (capasitor bank) untuk mengoptimalkan penggunaan listrik. Alat ini melakukan penghemat listrik untuk gedung yang salah satunya dikeluarkan oleh https://sewatama.com/id/.

  2. Pengggunaan kaca film pada jendela gedung atau perkantoran untuk mengurangi efek panas dari luar sehingga mengurangi kebutuhan untuk pendinginan atau pemakaian AC

  3. Penggantian penerangan konvensional dengan penerangan hemat energi

  4. Penggantian AC chiller dengan AC berdiri

  5. Penerapan secara ketat “nyala mati” guna menghemat pemakaian listrik

  6. Mendidik karyawan mengenai penghematan energi

  7. Pengelompokan switch untuk mengurangi efek pemanasan dan menghemat listrik

  8. Pemasangan alat pengatur waktu (timer) pada peneranagn diluar gedung

  9. Penempatan papan peringatan dan stiker diberbagai lokasi yang strategis guena mengingatkan karyawan untuk menghemat listrik dan air.

Bahkan di beberapa tempat mereka telah melakukan penghematan energi yang signifikan berhasil. Hal tersebut dilakukan dengan cara pengalihan dari switch TDM ke teknologi soft witch yang memberikan penghematan dari 59,9A ke 23,9A.

Kegiatan positip efisiensi energi gedung ini telah di lakukan sejak 2009 dan berlaku di seluruh Indonesia. Proyek softs witch ini telah meliputi call agents (softs witch) di 12 lokasi dan gerbang trunk di 28 lokasi dengan kapasitas sebanyak 275.609 line unti (LU) guna menambah kapasitas sambungan telpon tidak bergerak serta keperluan modernisasi sentral dan akses dengan mengganti TDM Switch yang sudah melampaui usia teknis.

Menariknya apa yang mereka lakukan dalam upaya penghematan energi bisa cepat balik modal. Terhitung dalam 24 bulan mampu mencapai tingkat ROI (return on investment) sebesar 30-38%.

Jika upaya efisiensi energi gedung dipandang sebagai pendirian usaha baru, maka ini adalah usaha yang memberikan keuntungan pasti. Pertanyaan selanjutnya apakah bank pada kondisi over-liquid, bila iya kenapa tidak menyalurkan dana pada program CSR?.

Jaminan payback bila takut rugi maka bisa di cover dengan jaminan asuransi. Hal ini tentu menjadi lahan batu bagi perusahaan asuransi di tanah air.

Investasi untuk program positif ini bila dihitung rupiah/kwh maka terhitung hemat, masih lebih hemat daripada rupiah/kwh pembangkitan.

Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close