Psychology

Gagal Interview Kerja, Mungkin Kamu Melakukan ini?

Gagal Interview Kerja

Sharing is caring!

Mencari kerja itu gampang-gampang susah. Mungkin benar saja kata orang hidup, mati, jodoh rezeki sudah ada yang mengatur. Tapi tetap saja setiap orang harus berusaha tanpa kecuali. Salah satunya bila ingin bekerja maka seseorang harus mengikuti interview kerja.

Tak jarang para pencari kerja gagal pada sesi interview padahal mereka cukup mulus melalui tahap awal semisal psikotes. Ada beberapa hal yang menjadi penyebab seorang pencari kerja gagal pada tahap paling krusial ini. 

Berdasar pengalaman saya selaku human capital business partner setidaknya ada 6 penyebab seorang kandidat gagal mengikuti interview kerja. 

Dan berikut ulasannya yang paling sering muncul:

1.       Terlalu percaya diri 

Percaya diri itu harus tapi terlalu percaya diri itu bisa menjadi boomerang. Terlebih pada hal-hal yang sejatinya belum pernah di lakukan. Hal ini acap kali di lakukan oleh mereka para sarjana yang baru di wisuda.

Belum pernah masuk dunia kerja yang sesungguhnya tapi berani memberikan ekspektasi diatas standar sering kali membuat perusahaan enggan memilihnya. Semua harus terukur sesuai dengan kompetensi dan pengalaman. Tanpa itu hasil nol besar, kalaupun ada mungkin hanya 1 banding 1000 pelamar.

2.       Kurang persiapan

Tak jarang para pelamar mengikuti sebuah seleksi kerja tanpa mereka tahu sebenarnya posisi apa yang mereka lamar. Tak hanya itu saja, mereka sering kali tidak tahu profil perusahaan yang di lamar.  

Yang ada kemudian hanya menanyakan posisi apa yang kosong dan bisa di masuki. Perusahaan kini memandang SDM sebagai aset paling berharga karena akan melakukan sejumlah investasi melalui sejumlah program atau pelatihan. 

Kandidat tanpa kemampuan spesifik dan passion yang jelas akan tersisih dengan mereka yang tahu betul posisi apa di lamar. Menjadi nilai tambah pula pula kandidat tahu sejarah atau profil perusahaan.

3.       Jawaban tidak realistis

Kesalahan fatal lainnya yang sering muncul adalah memberikan jawaban yang  tidak realistis dan tidak terukur. Dunia kerja bukanlah kampus yang akan selesai dalam ruang diskusi. Ada beberapa hal yang harus di kontrol secara penuh bila tak ingin target meleset.

Pun sebaliknya jawaban yang diberikan dengan ragu-ragu akan mengurangi poin karena bisa jadi kandidat tidak tahu ruang lingkup kelak yang akan dikerjakan. 

4.       Penampilan kurang meyakinkan

Kadang pelamar ada saja yang datang ala kadarnya. Mengenakan baju seolah ketemu teman sepermainan. Di mana perusahaan orang ini biasanya akan dipertanyakan niat kerja atau tidak.

Tak jarang pula mereka yang laki-laki tidak sisiran, tidak menggunakan minyak rambut atau minyak wangi. Hal ini tentu saja memberi kesan kurang baik bagi seorang interviewer.

5.       Datang telat

 Tak hanya penampilan yang kurang meyakinkan. Mereka kadang juga sering telat. Di dalam undangan jelas di sebutkan pukul 09.00 WIB harusnya tiba di lokasi tapi jam 10.00 WIB baru datang.

Menjadi pertanyaan lagi, orang ini niat cari kerja atau tidak. Mungkin seorang recruiter atau interviewer akan menemui tapi tidak akan memproses lebih lanjut. Bila datang pukul 09.00 WIB saja telat bagaimana mengikuti jam kerja kantor ketika mereka harus mulai pukul 08.00 WIB. 

6.       Berbohong  / memberikan keterangan tidak sesuai

Integritas menjadi nilai paling penting bagi perusahaan untuk menerima seorang karyawan. Mencoba memberikan satu jawaban berupa kebohongan maka proses rekruitmen akan sia-sia.

Secara otomatis pintu akan tertutup rapat. Bila di waktu pertama saja sudah memberikan kebohongan maka besar kemungkinan kelak ketika bekerja pun akan di penuhi kebohongan.

Seorang interviewer atau user sebelum bertemu kandidat maka ia akan membaca profil dan hasil psikotes yang bersangkutan. Tak jarang pula tanpa sepengetahuan kandidat ia akan cek ke perusahaan sebelumnya untuk menggali informasi.

Dari berbagai data yang ada itu kemudian akan di konfirmasi dengan pihak terkait. Informasi yang disampaikan tidak akan di telan mentah-mentah meski terlihat seolah mengangguk-angguk.

Jangan terlalu bangga usai keluar ruang interview dan merasa bisa menjawab semua pertanyaan dan menunggu kabar baik. Ingat satu posisi bisa di rebutkan belasan hingga puluhan kandidat.

Bila dulu pernah ikut interview kerja dan gagal atau nilai jatuh. Jangan kuatir selama mau belajar masih ada titik terang. Namun lain cerita bila enggan belajar maka gagal dalam karir ada di depan mata.

Show More

Related Articles

35 Comments

  1. sebenernya formula sukses interview kerja ya itu-itu aja, jadi persoalan karena kapasitas tiap orang yang menjalani beda-beda. Pembahasan seputar tips recruitment kerja sepertinya bakal tetap ada dan terus bergulir, mirip seperti liga champions kak heuheu.

  2. Baru melamar bekerja sekali dan diterima, namun saat tes tulis ada jawaban yg kurang sreg di hati pimpinan lalu diluruskan oleh beliau sendiri hehehehe

    Semoga bisa jadi bekal pengalaman bekerja untuk melamar pekerjaan lagi di lain waktu. Poin2 di atas emang berguna bnget buat melamar pekerjaan mas.
    Btw TFS YA

  3. Setuju, Mas. Saya pernah enggak lolos wawancara karena overconfident. Pas menimpali pertanyaan interviewer saya pikir terdengar begitu menggurui, saya baru sadari kemudian padahal mungkin awalnya diniatkan bercanda. Nyesal banget tapi yasudah terjadi.

  4. Seumur hidup, aku cuma 2 kali kayaknya melakukan wawancara kerja, pertama kali di supplier alat tulis di Surabaya dan yang kedua di perusahaan farmasi dan keduanya lolos dengan baik sih. Kunci mengenai pentingnya bicara jujur itu lho yang harus benar-benar diterapkan.

  5. Pengalaman banget nih mas, waktu itu terlambat datang interview karena macet parah, alhasil sudah deh hehe. Jadi ingat masa2 dulu kejar2 bis buat melamar kerja…

  6. saya beberapa kali pernah mewawancarai pegawai baru, beberapa hal yang bikin gagal didaya itu biasa over percaya diri plus ngga siap dengan interviewnya sendiri
    mereka ngga tahu gambaran umum interview dan bingung ama tujuan melamar ke perusahaan. Jawaban jadi aneh dan berbelit belit

  7. Aku beberapa kali interview kerja dan alhamdulilah lolos terus, kayanya tuh emang ngaruh banget cara kita bersikap dan menjawab pertanyaan. Jujur is numero uno, kalau misal belum rezeki juga jadi ga nyesek kan karena jujur daripad boong lalu jadi beban ya kan

  8. Nah ini akan aku bagikan ke rekan aku yang cari kerja, bebrapa poin seperi terlalu percaya diri dan kurang persiapan bisa jadi salah satu masalah dia.

  9. Saya juga pernah gagal dalam wawancara akhir, hanya gegara kurang paham tentang perusahaan yang dilamar bergerak di bidang apa saja. Kalau zaman internet sekarang seharusnya itu sudah tidak boleh terjadi lagi ya, karena informasi bisa dicari sebelum interview.
    Tulisan yang sangat bermanfaat sekali bagi pencari kerja untuk mempersiapkan diri ini, mas.

  10. Daku juga pernah gagal interviu, karena kurang persiapan, hihi. Nggak tahu kalau ternyata interviu nya pakai bahasa inggris karena user nya ternyata bule, haddeh dah kalau inget

  11. Ternyata, rasa percaya diri yang kelebihan bisa menjadi salah satu penyebab gagalnya sebuah interview kerja. Nah, ini yang kadang terlupakan apalagi bila si pelamar ini termasuk orang yang cerdas dan ambisius.

  12. Saya pernah menginterview calon karyawan di perusahaan dimana saya bekerja. Lalu begitu datang dan duduk, penampilannya kusut, rambutnya acak-acakan, dan maaf tercium sesuatu yang nggak nyaman di hidung. Duuh habis dia perkenalkan diri langsung saya suruh pulang. Nggak kuat lama-lama.

  13. Paling relate adalah terlalu percaya diri dan jawaban nggak realistis, padahal dunia kerja beda banget sama kuliah biasanya hihihi. Kudu atur strategi sebaik mungkin pokoknya 🙂

  14. saya coba share jika interview fresh graduate. Kebanyakan fresh graduate gagal menggali potensi dirinya, padahal sebenarnya mereka mampu. Karena namanya fresh graduate, tentunya gak ada pengalaman yang sesuai dengan dunia kerja. Jadi kalau saya harus rekrut fresh graduate, saya terkadang harus bekerja keras untuk bisa menggali potensinya. Karena berdasar penilaian di atas kertas (transkrip nilai), sebetulnya kandidatnya ok.

  15. Dulu sempat interview dan gak lolos juga salah satunya karena salah kostum. Nah, itu ternyata ngarih juga ke kepercayaan diri kita. Jadi selain terlalu PD, kurang PD juga bisa bikin gagal.

  16. sampai saat ini belum pernah interview kerja sih.. eh apa ngobrol-ngobrol sama owner buat dapat job part time termasuk juga? XD
    penting buat tau paling nggak dasar-dasar dari perusahaan, misal kalau ngelamar di cafe kayak aku, sudah jadi langganan gitu kan XD poin plus dah tu

  17. Kejujuran itu adalah hal yang paling utama, dimanapun kita berada. Orang jujur itu insyaallah selalu dipermudah, bahkan dalam interview bekerja sekalipun. Jadi jangan sekali-kali bohong waktu ngelamar kerja, walaupun keterima ntar nantinya pasti bakalan kena juga.

  18. Kalau masih di bagian mengirim lamaran pekerjaan, rasanya nggak sesulit saat interview memang ya. Apalagi untuk yang baru lulus kuliah. Berat buat saya. Pengalaman interview beberapa kali buat saya malah jadi merasa, nggak ada yang perlu disombongkan sebagai sarjana tanpa skill tambahan. Kalaupun ada, ya ngapain kepedan. Malah bisa jadi bumerang..

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close