Judeg

Last Updated on 8 Februari 2021 by Joko Yugiyanto

Satu kata yang saya pilih untuk mewakili tidak tahu lagi apa yang harus dilakukan kecuali melakukan apa yang bisa. Dan betul saja dalam KBBI atau Kamus Besar Bahasa Indonesia Judeg dapat diartikan sebagai buntu pikiran atau tidak tahu jalan keluar.

Bukan hanya saya dan mungkin kamu dan yang lain pernah mengalami satu kondisi yang sama. Dimana benar-benar apa yang dilakukan serba salah tapi tetap harus ada yang dilakukan.

Menjadi menarik tentunya bila judeg itu terjadi bukan dalam ranah pekerjaan. Hal ini karena dalam dunia kerja pastinya ada rencana A, rencana B, rencana C hingga rencana Z.

Judeg biasanya terjadi dalam hubungan rumah tangga. Sesuatu yang bisa jadi dianggap sepele tapi faktanya sangat berpengaruh.

Bagi mereka yang tidak siap bisa jadi kehancuran adalah akhir dari kata judeg. Dan bila ini terjadi maka apa yang harus dilakukan.

Baca juga: Seharusnya Literasi Digital itu Mudah

Solusi dari Judeg

Bagi saya pribadi untuk mengatasi judeg atau tidak adanya jalan keluar ini adalah berdiam diri atau menahan diri. Maju salah mundur salah dan tak ada yang tepat kecuali berada di tempat yang sama.

Paradoks pastinya bila dalam dunia kerja berada dalam sebuah tempat yang sama adalah kemunduran maka tidak demikian dalam rumah tangga. Biarkan semua tenang sesaat karena dalam hidup ini rumus 1+1 belum tentu 2.

Paling penting adalah bagaimana komitmen untuk tetap bersama itu dulu. Yang lain pastinya bisa mengikuti. Namun bila keinginan atau komitmen untuk tetap bersama sudah tidak ada maka selesai sudah cerita.

Dinamika Rumah Tangga itu Perlu

Riak atau kerikil dalam rumah tangga pastinya ada dan tidak terhindarkan. Tidak ada satu rumah tangga yang mulus tanpa gejolak.

Ada diantara mereka yang mampu mempertahankan dan ada pula diantara mereka yang memilih menyerah. Dan saya harap tidak ada diantara kita yang memilih menyerah karena berumah tangga adalah sebuah kodrat.

Bila tidak dengan si A, bisa jadi dengan si B atau si C, yang pasti seyogyanya manusia itu untuk memiliki pasangan. Jangan kuatkan ego karena itu hanya akan menuju kehancuran. Mereka yang paling dirugikan sudah pasti adalah anak.

Anak Adalah Prioritas

Lain cerita bila dulu belum memiliki anak bisa jadi pasangan adalah yang utama. Namun begitu memiliki momongan maka anak adalah yang utama.

Harus berada dalam satu tempat paling tinggi sehingga apapun yang terjadi anak adalah jawaban atas semua kegelisahan. Anak harus dijaga sebaik mungkin karena amanah dari Tuhan.

Jangan sampai mereka menjadi korban atas keegoisan para orang tua. Mengalah bukan berarti kalah dan bisa jadi mengalah adalah solusi untuk satu masalah yang ada.

Baca juga: Aku Pengen Sambat Koyo Liane

Judeg Paling Lama 3 Hari

Dalam pengalaman saya bila memang harus muncul kata judeg maka pastikan tidak lebih dari 3 hari. Satu hal yang akan menguras energi bagi mereka yang akan terlibat atau berada dalam pengaruh.

Tak percaya lihat saja anak, bisa jadi akan mendapat efek tidak langsung. Atau bagi mereka yang bekerja dengan yang lain bisa jadi kerja sama akan terganggu.

Aura yang terpancar dari seseorang yang sedang judeg itu akan terlihat jelas. Tak percaya, ambillah kaca disaat judeg dan perhatikan dengan seksama. Selamat mencoba!!!

Tinggalkan komentar