Menembus Batas, Di Kampung pun Kini Kita Bisa Menjadi Blogger

Last Updated on 15 November 2021 by Joko Yugiyanto

Tak terasa tahun ini bisa jadi adalah tahun ke-12 bagi saya untuk mengenal blog. Mainan yang sejatinya dulu hanya bisa saya mainkan bila ada di pusat kota. Namun, kini kita bisa menjadi blogger meski tinggal di pedesaan.

joko yugiyanto pardi solusi
jokoyugiyanto.com

Hal ini tak terlepas dari program pemerintah yang gencar membangun infrastruktur internet hingga pelosok negeri. Memberi kesempatan bagi siapa saja untuk menikmati gurihnya dunia digital.

Di mana kini semua orang bisa kerja tanpa batas. Tanpa sekat ruang dan waktu selama ada akses internet.

Internet yang membuat kita begitu mudah mengenal dunia. Internet yang membuat kita begitu dekat dengan sesuatu yang dulu sempat dianggap jauh.

Salah satu provider internet terbaik tentu saja ada Indihome. Bagaimana mereka melayani seluruh anak negeri untuk mendapat akses informasi yang lebih baik.

Kita Bisa Menjadi Blogger dan Mendapat Penghasilan Layak

Bagi sebagian orang bisa jadi blogger bukanlah profesi utama. Hal ini karena pendapatan dari profesi ini masih serba ketidakpastian.

Betul ada sebagian blogger yang bisa jadi pendapatan telah 2 digit setiap bulan. Namun mayoritas bisa jadi akan mengatakan profesi ini antara ada dan tiada.

Menjawab tantangan itu semua maka saya akan mengatakan “Menjadi Blogger adalah Jalan Ninjaku.” Bagaimana saya akan menanamkan kalimat tersebut, baik di hati maupun pikiran.

Sedikit flashback ke belakang, seperti kita tahu di awal tahun 2020 kita dihantam pandemi sebagai akibat dari corona virus. Dan dengan bangga bisa mengatakan bahwa saya adalah salah seorang diantara jutaan orang yang kehilangan pekerjaan karena dirumahkan.

Kehilangan sumber pendapatan dan dibatasi ruang gerak bukan menjadi alasan untuk menyerah. Justru karena hal itu saya begitu terobsesi untuk menunjukkan kepada dunia.

Kita tetap bisa survive dengan melakukan apa yang saya senangi. Salah satunya tentu saja dengan menjadi seorang blogger.

Satu profesi yang tidak membutuhkan ruang maupun waktu khusus layaknya karyawan pada umumnya. Profesi yang bisa membuat saya bisa bekerja kala mau bekerja.

Sebaliknya bila saya ingin tidur atau membersamai keluarga tanpa harus izin dengan atasan. Jungkir balik bisa jadi, tapi justru disitu serunya bagi saya untuk bisa menjadi blogger.

Lebih memilih berkarya (bukan sebatas bekerja) hal ini saya katakan demikian karena dalam menulis bukan hanya sekadar membuat kata atau kalimat. Lebih dari itu setiap tulisan adalah representasi hati dan pikiran.

Seringkali di siang hari, bermain dengan bocah semata wayang. Dan saat ia terlelap maka itu waktunya bagi saya untuk membuka laptop dan menulis.

Menembus Batas Bersama IndiHome

dengan indihome kita bisa menjadi blogger sukses
dok Telkom

Mungkin teman-teman lebih mengenal saya sebagai salah satu karyawan di perusahaan pembiayaan. Di mana selama 6 tahun terakhir ini saya bekerja sebagai part of human capital di salah satu kota besar.

Di mana untuk akses informasi dan telekomunikasi baik di kantor maupun di rumah sama baiknya. Meski terkadang ada down tapi dengan responsive mereka memberikan support untuk kembali ke seperti sedia kala.

Satu provider yang bisa diandalkan tentunya di mana banyak banyak perusahaan mempercayakan koneksi internet mereka kepada IndiHome. Tak mau ambil risiko tentunya bila salah ambil provider.

Selama beberapa tahun menggunakan jaringan internet ini sangat puas. Terlebih dengan harganya yang relatif murah dan bisa dijangkau semua kalangan.

Pulang Kampung sebagai Persiapan Wirausaha

Setelah bertahun-tahun menyandang gelar karyawan terbersit hati ini untuk kembali ke kampung halaman. Alasan utama tentu untuk lebih dekat dengan orang tua.

Di mana ibu sudah mulai “sepuh” dan keberadaan anak cucu tentu menjadi pelipur lara terbaik. Selain itu selama belasan tahun menjadi karyawan saya memiliki hobi nge-blog yang bisa disulap menjadi ladang penghasilan utama.

Minggu kedua bulan November 2021 saya pulang kampung. Iseng-iseng saya bertanya kepada saudara, “Di kampung ini sinyal internet apa yang bagus ya?”

Dengan tegas ia mengatakan, “Tenang, di kampung ini sudah ada IndiHome!”

Bak mendengar angin surga tentunya, di kampung yang saya duga belum dilalui internet ternyata sudah ada internet cepat. Artinya tak ada keraguan bagi saya untuk pulang kampung.

Meng-eksekusi mimpi atau cita-cita menjadi full time blogger. Satu pekerjaan yang bisa jadi masih dianggap remeh oleh sebagian orang karena profesi ini mengandalkan kreativitas dan koneksi internet yang baik.

Satu syarat berupa kecepatan dan kestabilan internet sudah di depan mata. Tinggal kemudian bagaimana saya konsisten menjaga mimpi menjadi satu hal yang kian nyata.

Previlage internet cepat yang didapat saat ini dari IndiHome kelak juga bakal saya rasakan meski ada di kampung. Tidak ada keraguan akan provider yang satu ini di mana pengalaman menggunakan beberapa jenis provider tetap ini yang terbaik.

Biaya langganan yang sangat murah dengan berbagai fasilitas yang ada bisa membuat saya sekeluarga akan lebih tenang. Kelak meski saya di kampung tak ada drama dengan anak istri karena mereka pun akan mendapat fasilitas yang sama seperti saat ada di kota.

Aktivitas tanpa batas dengan IndiHome pasti bisa. Istri yang menekuni dunia digital dengan menjadi mom influencer juga akan tetap produktif. Sementara itu anak yang hobi mencari informasi baik lewat YouTube maupun televisi berbayar juga akan mendapatkannya.

IndiHome kini telah menjadi Internetnya Indonesia. Hal ini karena mereka mampu melayani pelanggan sama apiknya baik itu di kota maupun desa. Tak tanggung-tanggung, anak perusahaan Telkom ini telah melayani di 96.5 persen kabupaten kota di seluruh tanah air.

Bukan itu saja tapi mereka senantiasa ikut andil atau turut serta dalam memberikan sumbangsih atau bantuan secara nyata. Salah satunya dengan IndiHome Charity Program.

Belum lama ini atau pada akhir Oktober 2021, IndiHome juga memberikan bantuan senilai Rp 420 juta bagi mereka yang terdampak pandemi. Kali ini mereka yang mendapat bantuan adalah sejumlah komunitas olahraga, pondok pesantren dan panti asuhan di Jawa Timur dan NTB.

IndiHome Charity Program ini pun dicanangkan tiap tahun. Hanya saja mereka para penerima akan berganti-ganti karena program CSR ini harus tepat guna dan bisa memberikan manfaat lebih banyak bila tepat sasaran.

Program berbagi yang membuat kita yakin bahwa perusahaan ini sangat peduli dengan lingkungan sekitar. Khususnya pada mereka yang benar-benar perlu mendapat perhatian lebih.

Dengan itu semua tentu membuat saya yakin, meski di desa kita bisa menjadi blogger sama baiknya dengan mereka yang ada di kota. Tak ada jarak yang akan memisahkan karena semua terkoneksi internet sama baiknya.

6 pemikiran pada “Menembus Batas, Di Kampung pun Kini Kita Bisa Menjadi Blogger”

  1. definisi kampung mungkin seperti ditulis, pedesaan. saya sendiri yakin konten blogger pedesaan sebenarnya lebih kaya karena alam disana jauh lebih alami dibanding di Jakarta yang lebih fokus pada konsep dan pemikiran saja. blogger di pedesaan bisa menulis banyak tentang potensi alam disekitarnya baik dari sisi wisata, ekonomi kreatif, sama sosiokultural.

    Balas
  2. wah, samaan dong 12 tahun ngeblog..
    tapi kalau saya baru mulai berpenghasilan 5 tahun terakhir ini aja.. dulu mah murnih cuma hobi (dan gak tau kalau bisa dapet cuan) 😀

    Btw, indihome membantu banget yaa untuk kita bisa produktif terus

    Balas
  3. Memang Bang, Indihome adalah layanan internet sejuta umat di Indonesia. Menghubungkan internet sekarang bukan lagi hal yang mustahil untuk dilakukan.

    Syukurlah, dari desa sekarang sudah dapat mengakses internet dengan lancar dan mudah, tidak perlu cemas kalah saing dengan mereka di kota.

    Semangat terus berkarya Bang.

    Balas
  4. Bravo indihome yang keberadaannya menjadi urat nadi dalam menciptakan ekosistem digital di indonesia. saya juga blm bisa menjadi fulltime blogger karena alasan di atas. masih upskilling.

    Balas
  5. bener tuh mas, semenjak covid melanda pemerintah mulai gencar-gencarnya memperluas jaringan internet.
    yg dulunya kampung saya nggk ada akses internet sama sekali, sekarng setidaknya bisa ngrasain jaringan 3g walaupun kadang masih sering naik turun bar sinyalnya

    Balas
  6. Kalau saya sih dimana aja asal internet lancar urusan perduniamayaan bisa dikondisikan. Hehe. Saya punya pengalaman yang bagus berlangganan IndiHome waktu di kota. Tapi belum nyoba kalau di desa kampung halaman. Kalau baca tulisan Bapak ini sepertinya bakalan sama bagusnya. Bisa jadi opsi provider internet di desa.

    Balas

Tinggalkan komentar