To Do

Menebar Kebaikan itu Seperti Hukum Tebar Tuai

Sharing is caring!

Percaya dengan hukum hukum tebar tuai niscaya kejahatan itu tak akan ada. Mereka yang berbuat baik maka akan memetik kebaikan, sebaliknya yang menebar kejahatan akan menerima hal yang setimpal.

Namun sayang konsep berpikir hukum tebar tuai ini jarang yang menerapkan. Yang ada dan paling jamak saat ini adalah budaya pragmatis. Apa yang saya kerjakan saat ini dan apa yang saya dapatkan.

Seolah menjadi tradisi barter bahwa satu hal terjadi karena ada asa di belakangnya. Satu hal yang cukup menyakitkan tentunya dimana orang-orang akan berlomba hanya untuk pencitraan.

Bila tak percaya coba tengok sosial media kita dimana kita akan banyak menemukan mereka yang berbuat baik harus di ekspose. Harus ditayangkan dan berharap di lihat banyak orang.

Mungkin bisa jadi mereka berharap langkah baik mereka akan di ikuti oleh orang lain. Tapi bukankah kita tahu betul sejak dulu dimana tangan kanan memberi maka tangan kiri harus disembunyikan.

Parahnya lagi hal ini justru dilakukan oleh para pesehor yang sudah pasti ada kepentingan. Berbuat baik dengan di ekspos dilakukan para publik figure untuk mendapat simpati, media televisi untuk mendapat rating atau mungkin juga di lakukan Youtuber dan sejenisnya untuk mendulang subscriber.

Semua itu sudah pasti akan bermuara pada uang. Di mana pada akhir cerita mereka akan mendapat keuntungan finansial atau popularitas. Benar-benar pragmatis bukan.

Beruntung sejatinya di tengah kondisi ini saya justru menemukan mereka yang menebar kebaikan justru tanpa pamrih. Mereka adalah orang-orang sekitar kita yang begitu mudah ditemukan.

Sebut saja Pak RT atau pengurus masjid di tempat saya tinggal. Dimana mereka 1 x 24 jam melayani warga ataupun masjid dan tamu yang datang untuk beribadah.

Tak ada embel-embel atau pertanyaan mereka kelak akan menjadi apa. Seolah telah menjadi panggilan jiwa, melayani adalah bagian dari gaya hidup.

Satu energi positif dimana saya dan keluarga meniru sikap dan tindakan positif tersebut. Melakukan kebaikan dari hal paling kecil semisal mengucapkan salam, atau terima kasih.

Selain itu juga senantiasa membantu siapa saja yang membutuhkan. Tak perlu diminta atau di suruh secara reflek kami yang tinggal di kampung akan melakukan hal tersebut.

Menebar kebaikan seolah menjadi candu dimana tanpa hal itu maka ada rasa yang kurang. Di manapun, kapanpun harus tetap di lakukan dengan semua orang.

Hal yang sama pun dilakukan dompet dhuafa dimana mereka berkomitmen untuk senantiasa berbuat kebaikan. Terlihat jelas dari aneka program yang mereka jalankan.

Selain itu mereka juga memberikan laporan atas semua pelaksanaan dan hal ini tentu saja menambah kepercayaan publik pada lembaga Amil Zakat Nasional. Lembaga non profit ini memiliki tujuan untuk mengentaskan kemiskinan secara berkelanjutan dengan menerapkan nilai-nilai Islam.

Saat ini mereka memiliki 5 pilar program utama di bidang:

  1. Pendidikan

Begitu banyak putra putri terbaik bangsa yang hidup di bawah garis kemiskinan dan mengancam kesempatan mereka untuk melanjutkan pendidikan. Tak ingin menghancurkan mimpi mereka maka Dompet Dhuafa hadir untuk memastikan mereka mendapat pendidikan yang layak.

Bentuk menabur kebaikan dalam bidang pendidikan ini pun macam-macam. Ada diantara mereka yang mendapat pelatihan tepat guna mendapatkan pekerjaan. Ada juga yang mendapat pendampingan akan usaha yang mereka rintis baik secara personal maupun kolektif sehingga bisa di distribusikan dengan baik.

Tak sedikit pula mereka mendapat pendidikan secara langsung atau beasiswa untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Mereka juga memiliki komunitas dan kelompok alumni untuk bersama-sama menebar kebaikan ke masyarakat luas. Total di tahun 2019 terdapat 83.683 jiwa penerima program pendidikan.

  1. Kesehatan

Program kesehatan menjadi salah satu pilar yang menjadi perhatian utama Dompet Dhuafa dimana jumlah penerima manfaat dari program ini adalah 362.654 jiwa. Mereka tersebar di 34 provinsi yang ada di Indonesia.

Lembaga kesehatan seperti rumah sakit, klinik, apotek, optik cukup banyak di bangun. Hal ini tentu lebih memudahkan untuk memberikan bantuan pada mereka yang membutuhkan.

Terlebih saat ini, di tengah pandemi Covid-19 masyarakat sangat membutuhkan ketersediaan masker, hand sanitaser dan obat-obatan. Mereka pun memberikan bilik sterilisasi di beberapa tempat yang memiliki potensi tinggi terhadap paparan virus Corona.

  1. Ekonomi

Banyak hal telah di lakukan lembaga ini sejak berdiri tahun 1993, salah satunya di bidang ekonomi mereka memberdayakan masyarakat sekitar untuk lebih produktif. Contoh nyata dengan adanya pembinaan UMKM dan industri kreatif.

Tak hanya itu saja tapi mereka melakuan pendampingan dan pemberdayaan ke sejumlah petani dan peternak. Tak lupa mereka juga membangun dan mengembangkan keuangan mikro syariah, agro industri, trading area dan pengembangan kawasan. Jumlah penerima manfaat dari program ini di periode 2019 lalu adalah 94.660 jiwa.

  1. Sosial dan Dakwah

Sosial dakwah tak luput dari program kerja yang di garap secara serius oleh Dompet Dhuafa. Dimana mereka telah memberikan manfaat kepada 11.133 jiwa.

Melalui Disaster Management Center (DMC), Indonesia Development and Islamic Studies (IDEAS), Tebar Hewan Kurban (THK) dan Pusat Bantuan Hukum (PBH) program ini terealisasi dengan baik.

  1. Budaya

Dompet Dhuaga berkomitmen untuk mendukung tumbuh kembang budaya melalui seni pertunjukkan, kuliner, tari, musik, kerajinan, kearifan lokal. Mereka juga menggandeng pihak-pihak terkait dengan para seniman dan pemangku kepentingan terkait.

Budaya menjadi bagian dari suatu budaya dan tak terpisahkan. Wajar saja bila para budayawan, penggiat seni hingga musisi mendukung program ini

Lembaga yang didirikan Parni Hadi pada 27 tahun silam ini setidaknya telah memberikan manfaat untuk 21.788.903 jiwa. Mereka tersebar di 34 provinsi di tanah air. Tak hanya itu saja tapi mereka juga memberikan kepada negara-negara yang membutuhkan bantuan.

Dengan visi mewujudkan masyarakat dunia yang berdaya melalui pelayanan, pembelaan dan pemberdayaan berbasis pada sistem berkeadilan.

Sementara itu untuk misi Dompet Dhuafa adalah

  1. Membangun gerakan pemberdayaan dunia untuk mendorong transformasi tatanan sosial masyarakat berbasis nilai keadilan
  2. Mewujudkan pelayanan, pembelaan dan pemberdayaan yang berkesinambungan serta berdampak pada kemandirian masyarakat yang berkelanjutan
  3. Mewujudkan keberlanjutan organisasi melalui tata kelola yang baik, profesional, adaptif, kredibel, akuntabel dan inovatif.

Tak perlu berpikir dan bertindak besar. Cukup kiranya bagi seluruh anak bangsa turut aktif dan meyakini hukum tebar tuai. Di mana mereka menebar kebaikan maka akan kembali ke diri kita sendiri entah itu besar atau kecil.

Bayangkan berapa ratus juta jiwa yang kemudian akan menularkan virus-virus kebaikan. Bersama-sama menanggulangi Covid-19 dengtan melibatkan peran serta seluruh masyarakat.

“Tulisan ini diikutsertakan dalam Lomba Blog Menebar Kebaikan yang diselenggarakan oleh Dompet Dhuafa”

Show More

Related Articles

45 Comments

  1. setuju banget, hukum tabur tuai itu sangat berlaku. apa yang kita tabur saat ini belum tentu kita tuai secara langsung. tapi nanti setelah beberapa lama akan secara tidak sadar sudah kita tuai dari orang lain.
    Btw, semoga banyak juga orang yang bergerak dna mau terlibat dalam program Dompet Dhuafa ini 🙂

  2. Iya pak joko benar banget, InsyaAllah kebaikan yang pernah kita lakukan akan mendapat balasannya. Aku salut banget dengan lembaga Dompet Dhuafa yang keberadaannya selama lebih dari 25 tahun telah memberikan banyak manfaat bagi orang banyak terutama kaum dhuafa. Sukses selalu untuk Dompet Dhuafa

  3. Mas mention pak RT jadi ingat RT di dekat rumah saya, orangnya sabar dan baik walaupun ada warganya yg ga suka dengannya. Pokoknya selalu berusaha berbuat dan bersikap baik insyallah kebaikan akan menghampiri ya

  4. aku setuju banget nih kalo menebar kebaikan itu seperti hukum tebar tuai, pokonya setiap berbuat kebaikan itu nggak ada ruginya yaa hihihihi, keren ya programnya dompet dhuafa

  5. setuju dengan hukum alam tersebut, saat menabur pasti akan menuai hasil yang sama, kalau kebaikan yang ditabur pastinya kebaikan juga yang bakal dituai, saya baru tahu ternyata dompet duafa punya ebebrapa pilar ya yang difokuskan untuk bantuannya, nice sharing ka, I have just learnt it

  6. Setuju sekali. Apa yang kita tebar, itu pula nanti yang akan kita tuai. Bagi yang menyadari hal tersebut, pastikah hal-hal baik saja yang akan ditebarkan. Saya pun masih terus belajar dan berusaha untuk itu.

  7. Melakukan kebaikan ada kalanya cukup diam-diam aja. Tapi ada kalanya perlu diberitakan, di-share, untuk mengajak orang lain juga melakukan kebaikan. Soal niat, Allah satu-satunya yang kompeten menilai 🙂

  8. aku speechless baca tulisan ini. reflek buka medsos dulu tadi, mikirin aku bikin pencitraan kebaikan apa ya. tapi kayanya medsos aku mah ga ada baik-baiknya ternyata (tutup muka malu).

    aku beberapa kali ikut kegiatan Dompet Dhuafa, dan aku selalu merasa salut dengan program-program mereka. semoga semakin banyak orang yang ingin terus berbuat kebaikan ya, mas.

    1. iya mb, mencoba menjadi orang baik untuk diri sendir dan orang sekitar kita aja dulu. energi ini bila di teruskan akan jadi besar juga

  9. Setuju banget dengan sistem tebar tuai ini..dan percaya sekali bahwa setiap yang diberikan oleh tangan kanan, jangan sampai tangan kiri tahu.

    1. Menebar kebaikan melalui ikut berdonasi di Dompet Dhuafa merupakan cara yg cerdas ya,, scr DD ini lembaga yg amanah dan transparan banget

  10. Mengucapkan salam dan mengatakan terima kasih itu hal sederhana untuk menebar kebaikan meskipun begitu saya masih sering temukan orang-orang yang sulit mengucapkannya. Hmm, padahal jika menebar kebaikan maka bisa dapatkan kebaikan juga meskipun nanti dari orang berbeda kan.

  11. Wah, memotivasi banget tulisannya bagi saya agar terus menerus menebarkan kebaikan. Ngomongin dompet dhuafa, mulia banget misinya, salut!

  12. Bener banget nih. Ada banyak sekali orang, badan dan lembaga yang sejatinya berbuat baik tapi gak diekspose. Karena mereka tulus dan memang tidak ada kepentingan atau berharap sesuatu in return nantinya. Apa yang kita tebar pasti kita tuai nanti. Selalu berbagi positive vibe kayak gini ya mas. Suka bacanya 🙂

  13. Kalau semua orang percaya dengan hukum tebar tuai, kita mungkin akan hidup damai dan tentram. Ngga ada yang jahat. Sayangnya, ngga semua orang percaya. Semoga kita senantiasa menjadi orang yang percaya apa yang kita tebar pasti akan kita tuai juga.

  14. aku salut sama dompet dhuafa, yang konsisten dengan program2 kebaikannya.
    Pelaporannya juga transpaan ya, jadi publik gak akan bertanya2 dananya kemana aja.

  15. Bener banget siapa yang menuai maka dia yg akan memetik hasilnya. Ga perlu di gembar gembor kan kebaikan kita, toh niat beramal kita kan ikhlas karena Allah, jadi biar ga hilang pahalanya mending diam dan tak perlu di share dimana²

  16. keren ya misinya dompet dhuafa, semoga semua misinya dapat dijalankan dengan baik dan memberikan manfaat bagi yang seharusnya, maju terus dan sukses terus dompet dhuafa

  17. Betul sekali, saya setuju dengan hukum ini. Asalkan kita ikhlas ya, tidak selalu mengharapkan hasil yang terlalu berlebihan. Sukses ya lombanya

  18. Selain membantu orang-orang, saya juga pernah dengar sedekah itu penghalang keburukan. Rasanya harus latihan disiplin untuk Istiqomah berbagi kebaikan ya

  19. Tidak terasa, ternyata Dompet Dhuafa sudah berusia lebih dari 1/4 abad. Saya mengenalnya dulu ketika masih berlangganan dan suka baca korannya. Alhamdulillah sudah banyak yang terbantu olehnya.

  20. Setuju sekali pak..kebaikan akan menuai kebaikan. Apa yang dilakukan Dompet Dhuafa semoga mbawa manfaat dan berkah bagi sesama.

  21. Aku setuju banget dengan hukum tebar tuai. Siapa menaman kebaikan barang sekecil apapun akan mendapatkan balasannya juga. Aamiin. Bagus banget nih program.domoet dhuafa

  22. Aku setuju banget dengan hukum tebar tuai. Siapa menaman kebaikan barang sekecil apapun akan mendapatkan balasannya juga. Aamiin. Bagus banget nih program.dompet dhuafa

  23. Menebar kebaikan itu efeknya bisa kayak bola salju lho mas. Ketika seseorang melakukan kebaikan, efek positifnya akan menular kepada yang diberi. Berlanjut akan dilakukan secara berulang oleh mereka yang menerima kebaikan itu, plus orang-orang lain yang kebetulan melihat kebaikan itu dilakukan tanpa pamrih.

  24. Kadang memang saat berbuat kebaikan kemudian di ekspos jadi lain anggapannya, tapi gimana niat juga sih kak, semoga kita tergolong orang2 dengan niat baik dan lurus

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close