Mengintip Wisata Kabupaten Semarang dengan Protokol Kesehatan

Last Updated on 15 Agustus 2020 by joko yugiyanto

Di bulan Agustus 2020 ini sejumlah objek wisata Kabupaten Semarang telah dibuka kembali setelah beberapa saat mereka terdampak pandemi Covid-19. Mereka telah lulus uji kelayakan sesuai dengan protokol kesehatan yang ditetapkan.

wisata kabupaten semarang
instagram.com/pesona_kabsemarang

Adapun ujicoba itu telah dilaksanakan Dinas Pariwisata Kabupaten Semarang pada bulan Juli lalu dan bulan Agustus ini telah beroperasi dengan sejumlah protokol kesehatan. Pemda melakukan sejumlah verifikasi tempat wisata Kabupaten Semarang dengan menggunakan aplikasi protokol kesehatan.

Mereka yang menjadi subjek tentu saja pengelola objek wisata dan pengunjung yang datang selama masa ujicoba. Di Kabupaten Semarang sendiri saat ini setidaknya ada 50 objek wisata yang mengajukan permohonan dibuka kembali.

Namun dalam prosesnya hanya mereka yang dipastikan telah siap untuk dibuka kembali dengan sejumlah protokol kesehatan. Kabar baiknya tentu saja mereka berlomba-lomba untuk berkreasi dan melakukan yang terbaik.

Baca juga: Saat Buntu Menulis, Apa yang Saya Lakukan

Berharap agar segera dibuka kembali karena disitu pula napas masyarakat sekitar akan kembali normal. Objek wisata Kabupaten Semarang yang belum mendapat rekomendasi maka wajib untuk melakukan perbaikan dan ujicoba sehingga dikatakan layak dan aman.

Beberapa objek wisata Kabupaten Semarang yang sudah siap menyambut tamu dengan protokol kesehatan antara lain Candi Gedongsongo, Umbul Sidomukti, Bukit Cinta Banyubiru, Saloka Park, Dusun Semilir, Wisata Taman Bunga Celosia Bandungan, dan Kopeng Treetop Adventure Park. Sementara itu objek wisata lain tengah berbenah dan dalam waktu dekat akan diverifikasi dan buka kembali.

Baca juga: Sedikit yang Unik di Kabupaten Semarang dan Mungkin Kamu Belum Tahu

ayanaz gedong songo semarang
instagram.com/indhsciati

Protokol Kesehatan Objek Wisata Kabupaten Semarang antara lain:

1. Wajib mengenakan masker

Bagi mereka yang telah terbiasa mengenakan masker bisa jadi tidak akan menemukan satu kendal. Tapi lain cerita untuk mereka yang tak pernah menggunakan masker. Bisa jadi akan sangat tersiksa karena kesulitan bernapas atau mungkin ada kendala lain.

Namun cara ini adalah langkah pertama yang harus dilakukan siapa saja bila tidak ingin mudah terpapar virus Corona. Masker hendaknya tidak hanya satu untuk dikenakan tapi juga membawa cadangan karena idealnya 4 jam sekali ganti. Itu belum termasuk tiba-tiba hilang di tengah jalan.

2. Pengecekan suhu badan

Pengecekan suhu ini dilakukan disemua tempat yang berpotensi menimbulkan kerumunan. Tak hanya di objek wisata saja tapi juga di perkantoran, pasar, mall dan lain-lain.

Mereka yang memiliki suhu diatas 37.3 derajat Celcius disarankan untuk pulang dan beristirahat. Bila memang sebelumnya ada riwayat melakukan perjalanan maka ada baiknya melakukan karantina mandiri dengan berada di rumah selama 14 hari.

3. Tempat cuci tangan

Cuci tangan dengan sabun menjadi salah satu cara untuk membunuh virus. Berdasar sejumlah penelitian ternyata Covid-19 bisa dikendalikan dengan sabun dan disinfektan.

Jangan lupa ditas untuk disertakan handsanitazer dan tisu basah karena kita tidak pernah tahu kapan harus membersihkan tangan. Bila dalam satu kondisi urgent tidak ada tempat cuci tangan maka sudah pasti handsanitazer adalah solusinya.

4. Papan Informasi layanan terkait corona

Ada pemandangan yang berbeda saat kamu memasuki objek wisata di Kabupaten Semarang. Kini akan mudah ditemukan papan informasi terkait Corona dibeberapa titik. Tujuannya sudah pasti untuk mengingatkan siapa saja untuk lebih hati-hati dan waspada.

Ingat, nyawa dan kesehatan kita yang paling bertanggung jawab adalah diri kita sendiri. Sedikit saja lengah bisa jadi kita akan terpapar dan bila hal ini terjadi maka bisa jadi kita akan menjadi korban berikutnya.

5. Audio himbauan

Kadang ada saja sebagian orang yang malas untuk membaca papan informasi / pengumuman. Oleh karena itu pemerintah daerah dalam hal ini pengelola objek wisata juga menggunakan audio himbauan agar siapa saja lebih taat pada protokol kesehatan.

Bila 2 hal ini telah diupayakan dan masih ada mereka yang ngeyel dan tidak taat aturan maka jangan salah bila kemudian ada tindakan tegas.

Tak hanya protokol diatas saja yang diterapkan. Tapi semua objek wisata Kabupaten Semarang juga telah diatur terkait jam operasional, pembatasan jumlah pengunjung dan adanya petugas pendamping khusus. Mereka ini yang bertugas mengawasi pelaksanaan protokol kesehatan.

sunrise hill gedong songo semarang
instagram.com/sunrisehill.gedong.songo

Bagi sejumlah pengelola maupun pengunjung yang kedapatan tidak melaksanakan protokol kesehatan akan dikenakan sanksi. Bentuk sanksi pun akan menyesuaikan dengan tingkat kesalahan bahkan bagi pengelola yang masih abai. Sanksi bisa berupa teguran hingga dicabut kembali rekomendasi atau penutupan sementara.

Mengingat akan pentingnya protokol kesehatan maka sudah seyogyanya siapapun untuk taat dan patuh. Dengan hal itu setidaknya kita telah menyelamatkan diri kita sendiri dan orang-orang yang ada di sekitar khususnya keluarga kita.

Bila sudah tahu objek wisata siap sambut pengunjung kapan kamu ke sini? Yuk ah buruan kita nikmati keindahan dan pesona Kabupaten Semarang.

Tulisan ini dibuat untuk mengikuti Lomba Blog

“Wisata Kabupaten Semarang Di Era Adaptasi Kebiasaan Baru”

 

23 pemikiran pada “Mengintip Wisata Kabupaten Semarang dengan Protokol Kesehatan”

  1. waa indah sekali, aku belum pernah pergi ke semaraang, padahal pengen banget deh pergi ke sana, soalnya punya temen dari dunia maya yang cukup deket, selama ini ngbrol cuma lewat sosmed aja ehehehhe

    Balas
  2. Alhandulillah wisata Semarang sudah banyak buka ya, Mas Joko. Pariwisata kembali mengeliat. dan pastinya harus terus mematuhi protokol kesehatan.
    Saya pengin ke Semarang lagi nih, Mas. kebetulan waktu itu baru ke Lawang Sewu saja dan kulineran di daerah pecinan hehehe.

    Balas
  3. wah udah mulai banyak yang buka ya kak, seru niy buat refreshing, dari semua destinasi wisata yang disebutkan aku belum pernah mengunjungi satupun, padahal udah sering banget ke semarang, wajib niy kalau ke sana dikunjungi. semoga petugas dan pengunjung semuanya patuh ya dengan protokol kesehatan yang sudah ditentukan

    Balas
  4. Industri wisata adalah salah satu motor penggerak yang penting di sektor ekonomi. Ketika pandemi baru tiba semua tempat wisata terpaksa ditutup. Kebayang gimana stagnannya laju ekonomi di sektor itu ya. Makanya sekarang harus dibuka lagi dan tentunya dengan mengikuti semua protokol kesehatan, mudah-mudahan tak terjadi sesuatu yang tak diinginkan. Masyarakatnya harus punya kesadaran tinggi dan bertindak sesuai petunjuk yang berlaku

    Balas
  5. Kemanapun bepergiannya apalagi traveling ya, jangan lupa ikuti protokol kesehatan. Agar sama-sama terjaga dan menjaga.

    Balas
  6. Bukit cinta banyubiru nya gimana kak,disana ? Penasaran gimana objek wisata nya di Semarang gimana, dan pastinya jumlah pengunjung dibatasi ya kak, berbeda dari tahun sebelumnya pas sebelum pandemi ini.

    Balas
  7. Semangat mempersiapkan lebih banyak lagi tempat wisata untuk Kabupaten Semarang. Semoga ekonomi bergerak kembali, pun penurunan angka penularan di Indonesia lekas terjadi.

    Balas
  8. Menjalankan protokol kesehatan sudah merupakan kewajiban ya bagi siapa saja, termasuk tempat-tempat wisata. Alhamdulillah, dengan kedisiplinan masing-masing, maka kenormalan baru bukan hal yang mustahil.

    Balas
  9. Terkadang masih agak ragu untuk berpergian karena bisa saja kita yang sudah siap dengan penerapan protokol kesehatan; namun tak jarang pula yang masih abai. Memang ada semacam sangsi, tapi apakah semuanya juga aware dengan itu semua?

    Salam kenal, Oom.

    Balas

Tinggalkan komentar