Nikmati Mudahnya Hidup dengan Teknologi Digital

Last Updated on 22 Mei 2021 by Joko Yugiyanto

Tak salah bila banyak orang mengatakan, mereka yang termasuk generasi X adalah mereka yang beruntung. Dimana mereka ini yang berusia 30+ dan kurang dari 50 merasakan begitu berbagai zaman dan pastinya saat ini hidup dengan teknologi digital.

hidup dengan teknologi digital
jokoyugiyanto.com

Jujur saya masih merasakan waktu dimana belum ada listrik, belum ada televisi warna dan pastinya belum ada teknologi secanggih saat ini. Namun demikian saya termasuk orang yang menikmati gurihnya hidup dengan teknologi digital.

Kini hampir semua pekerjaan bisa saya tuntaskan dengan internet. Saya bisa kerja kapanpun dimanapun selama ada listrik dan sinyal.

Saya bisa merasakan hektik dunia kerja di kantor. Dimana setiap hari akan diburu dengan waktu untuk memberikan servis atau layanan terbaik kepada karyawan.

Maklum saja, saya bekerja sebagai human capital dan persisnya dibagian recruitment. Ada puluhan cabang dan kantor pusat yang harus disuport untuk pemenuhan karyawan.

Sebaliknya begitu jam kantor usai maka saya akan memilih meneruskan bekerja di rumah. Namun kali ini lebih menuntaskan hasrat untuk beride dan menulis.

Bagi mereka yang mengenal saya mungkin mereka tahu kalau saya juga menjadi blogger atau pekerja teks komersil. Menulis bukan hanya cara untuk mendapatkan penghasilan.

Lebih dari itu menulis adalah cara mudah berbagi. Dan pastinya dengan menulis bisa menjadi media katarsis untuk menuangkan kegelisahan.

Baca juga: Seharusnya Literasi Digital itu Mudah

Hidup dengan Teknologi Digital

Saat ini hampir bisa dipastikan semua orang akan hidup dengan teknologi digital. Mereka yang menolak sama saja ingin tersisih dan tertinggal.

Apapun alasannya tak ada celah untuk menghindar dimana teknologi digital memudahkan segalanya. Dulu yang untuk diskusi harus bertemu atau hanya via sambungan telpon tapi kini tidak lagi.

Masih ingat dulu jasa Pak Pos begitu besar, berjasa mengantarkan satu pucuk surat untuk dambaan hati. Tapi kini telah mulai ditinggalkan kecuali untuk belanja online.

Kini, semua orang bisa tersambung dengan audio visual dan benar-benar nampak seolah ada di sisi lawan bicara. Semau itu pastinya memangkas jarak, waktu dan biaya.

Berbekal teknologi digital pekerjaan bisa diselesaikan dimanapun kapanpun. Tidak harus ke kantor, di rumah atau ke taman pun bisa sama produktifnya.

Pun demikian dalam urusan keuangan. Dimana saya pernah merasakan menabung di bank tanpa ATM. Saat ini buku tabungan dan ATM pun telah mulai ditinggalkan karena semua bisa diselesaikan dalam satu gawai atau smartphone.

Baca Juga: Jalan Panjang Menuju BI Netifest 2020

Transformasi Digital Bank Mandiri

Salah satu bank BUMN yang sangat konsisten dalam melakukan transformasi digital tentu saja ada Bank Mandiri. Belasan tahun memiliki rekening di bank plat merah ini saya sangat merasakan perubahan itu.

Kali pertama buka di tahun 2010. Ingat betul waktu itu saya buka rekening di Bank Mandiri yang ada di Kawasan Atrium Senen, Jakarta Pusat.

Dan kini mereka miliki aplikasi yang suport untuk top up berbagai uang digital dengan mudah. Bisa menggunakan metode bayar atau scan digital untuk berbagai transaksi sehari-hari. Kini saya begitu dimanjakan dengan adanya Livin by Mandiri.

Dengan satu aplikasi yang ada di smartphone ini kita bisa merasa tenang, Tidak membawa dompet ataupun uang tunai juga bukan satu masalah berarti.

Livin by Mandiri mudahkan segalanya, mulai dari transfer antar bank real time hingga proses pembayaran digital. Aplikasi ini juga suport untuk top up berbagai uang digital yang ada dan biaya dikenakan pun sangat kecil. Caranya pun sangat mudah, bisa menggunakan metode bayar atau scan menggunakan barcode.

Bagi mereka para pengguna kartu kredit Bank Mandiri dengan aplikasi ini pun dengan mudah bisa melakukan ubah cicilan atas tagihan berjalan. Selain itu bisa juga untuk cicilan dana tunai.

Solutif demikian kata Bu Tejo dalam film Tilik. Dimana semua benar-benar dalam genggaman dan bisa menjawab semua kebutuhan. Mungkin itu adalah satu kalimat yang bisa mewakili ciamiknya Livin by Mandiri.

Jangan salah, meski saya memiliki beberapa rekening bank tapi Bank Mandiri tetap menjadi satu prioritas. Dimana kemudahan yang mereka tawarkan tidak bisa disaingi oleh yang lain.

Berdasar hasil observasi dengan rekan-rekan kerja di kantor maupun sesama blogger pun saya menemukan kalau kita-kita adalah pengguna setia Livin by Mandiri. Kemudahan yang mereka tawarkan telah menjadi candu dan membuat kami tak bisa lepas.

Kelebihan Livin by Mandiri

Berdasar pengalaman pribadi dimana belasan tahun saya telah menggunakan jasa Bank Mandiri. Merasakan berbagai transformasi yang ada hingga kini adanya super app yang bernama Livin by Mandiri.

Berikut kelebihan Livin by Mandiri

1. User friendly

Dimana tanpa belajar pun orang langsung akan bisa menggunakan. Membayangkan cerita sebagian orang yang mengeluh tentang tidak nyamannya mobile banking suatu bank dan Bank Mandiri mampu menjawab tantangan tersebut.

Teknologi yang digunakan pun telah mengarah pada kecerdasan buatan. Hal ini akan sangat terasa karena ada sentuhan personal dimana mereka bukan pemilik sah tidak akan bisa menggunakan.

2. Super App / all in one

Tak berlebihan kiranya bila Livin by Mandiri disebut sebagai super app dimana dengan satu aplikasi ini bisa digunakan untuk menjawab semua kebutuhan. Baik pemilik rekening tabungan maupun kartu kredit bisa kontrol semua via smartphone

Semua kebutuhan akan terjawab dengan satu aplikasi dengan demikian tidak perlu instal aplikasi lain di smartphone

Dengan semua kebutuhan tersebut sangat sayang bukan kalau tidak dimiliki. Saya saja lebih rela tak bawa apapun kemanapun selama membawa smartphone. Dengan Livin by Mandiri yang selalu up to date dalam kaitan teknologi digital bikin semua makin mudah.

Tinggalkan komentar