Pengolahan Sampah Sederhana Rumah Tangga yang Bisa di Terapkan

Last Updated on 20 Agustus 2020 by Joko Yugiyanto

Pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) memaksa para ibu rumah tangga untuk lebih kreatif dalam pengolahan sampah sederhana. Maklum saja tukang sampah yang biasa datang 2 hari sekali kini akang datang 4 hari sekali. Hal ini dilakukan untuk mengurangi aktifitas di luar rumah dan memastikan physical distancing.

pengolahan sampah sederhana
Shutterstock.com

Praktis istri saya harus memutar otak untuk bagaimana jumlah sampah rumah tangga tidak menumpuk. Hal ini tentu tidak terjadi pada keluarga saya saja tapi bisa dipastikan hampir pada seluruh rumah tangga.

Sampah itu sebuah keniscayaan, hanya kini bagaimana mengelola sampah agar tidak berlebih. Bila kita bisa lebih bijak mengelola sampah selama pandemi Covid-19 maka dipastikan kelak setelah wabah ini berakhir maka jumlah sampah akan jauh berkurang.

Beberapa langkah di ambil untuk pengolahan sampah sederhana:

1. Memisahkan sesuai jenisnya

Bagi rumah tangga kini juga harus memulai untuk mendisiplinkan dalam membuang sampah. Bagaimana sampah yang ada tidak di masukan dalam satu wadah. Namun masing-masing sampah di pilih terlebih dahulu sehingga membutuhkan wadah yang berbeda-beda pula.

Mungkin ini nampak ribet tapi memberi manfaat yang lebih baik. Pemisahan ini setidaknya menjadi 3 jenis mulai dari sampah organik dan sampah an organik. Untuk an organik sendiri di bagi 2 yakni untuk kaca dan non kaca.

2. Minimalkan jumlah sampah

Bagi beberapa orang mungkin saja pemberlakuan PSBB tidak mengurangi minat untuk belanja baik itu secara online atau offline ada baiknya untuk membawa kantong sendiri. Seringkali tiap berbelanja seseorang akan mendapat beberapa kantong plastik.

Bila hal ini di lakukan oleh hampir semua orang pastinya jumlah sampah yang akan di kurangi semakin banyak. Begitu pula bila mungkin setiap pagi membeli sarapan bubur ayam atau sejenisnya untuk sarapan menggunakan stereoform ada baiknya beralih ke mangkok atau piring.

Hal itu selain mengurangi jumlah sampah tentunya juga akan menjaga kesehatan. Ingat kandungan kimia yang ada di dalamnya bisa jadi membuat seseorang sakit.

3. Lakukan prinsip 3R

Prinsip 3R ini di berbagai negara maju telah di terapkan dengan baik untuk mengurangi jumlah sampah. Mereka sadar betul bahwa permasalahan sampah adalah satu masalah yang serius dan oleh karena itu pengolahan sampah pun harus di perhatikan dengan serius pula.

Baca juga: Anak Mulai Bosan di Rumah, Lakukan Eksperimen Sains Sederhana ini

Prinsip 3R dalam konsep pengolahan sampah sederhana itu sendiri adalah:

a. Reuse atau menggunakan kembali. Semua orang harus sebisa mungkin untuk mencoba menggunakan kembali apa yang sekiranya bisa di lakukan. Cara paling praktis ketiga beraktifitas adalah dengan membawa tumbler atau tempat air minum.

Begitu habis tinggal isi dan seterusnya. Kini di berbagai perusahaan pun sudah menerapkan konsep ini. Dimana mereka tidak lagi menyediakan air mineral atau gelas. Yang ada hanyalah gallon 19 liter untuk isi ulang

b. Reduce atau mengurangi jumlah penggunaan. Sampah yang bisa di kurangi jumlahnya ada baiknya mulai sekarang untuk di kurangi. Mengurangi sampah juga akan mengurangi budget atau biaya sehingga bisa di alihkan untuk yang lain.

c. Recycle atau mendaur ulang. Tak banyak memang orang yang bisa menjalankan konsep daur ulang tapi sebisa mungkin cobalah. Hal-hal kecil itu mungkin hanya butuh sedikit sentuhan dan kreatifitas.

Bila kekurangan ide maka Prinisp 3R ini bisa dengan mudah dicari di internet. Bila ide pengolahan sampah sederhana ini bisa diterapkan dengan baik bukan hanya mengurangi jumlah sampah tapi bisa jadi akan menjadi sumber penghasilan kemudian.

Tak sedikit mereka yang mencoba benda-benda yang dianggap sampah menjadi karya seni bernilai tinggi. Pas bukan bila di saat karantina seperti ini di rumah bisa mencoba berbagai hal baru yang menarik.

Tinggalkan komentar