Jujur, Saya Iri dengan Kamu

Last Updated on 16 Agustus 2020 by Joko Yugiyanto

Jujur kali ini ingin mengatakan saya iri dengan kamu dan kamu yang bisa terus sekolah dan sekolah. Tak cukup hanya menyelesaikan pendidikan hingga S2 tapi ada juga yang telah menyelesaikan S4 dan praktis gelarnya adalah profesor.

jujur saya iri dengan kamu
sumber: pinterest.com

Terima kasih untuk sosial media terutama facebook yang membuat saya memiliki kesempatan untuk kepoin apa yang dilakukan dan dirasakan orang lain khususnya kawan-kawan saya. Baru saja membaca tulisan kawan di lembaga pers mahasiswa salah seorang kawan dari UIN Jogja yang kemudian lanjut ke S2 UGM.

Beberapa hal yang membuat saya iri dengan kamu:

1. Rutinitas belajar

Namanya juga sekolah, entah itu di bangku TK, SD, ataupun perguruan tinggi adalah rutinitas belajar. Memaksa otak untuk terus berkembang dengan cara diasah.

Jenjang pendidikan tentu metodologi belajar akan berbeda-beda pula. Yang jelas dalam pemahaman saya ada proses di dalamnya dari tidak tahu menjadi tahu, dari tidak paham menjadi paham, dari tidak mengerti menjadi mengerti dan seterusnya.

2. Menggunakan pikiran itu membahagiakan

Sering merenung dan bertanya apakah diri ini hidup terkadang tanpa menggunakan pikiran. Yang ada biarkan semua mengalir apa adanya. Sekali lagi saya katakan, jujur saya iri dengan kamu karena kamu bisa bekerja dengan pikiran dan pastinya itu bikin bahagia.

Yang terjadi maka terjadilah mungkin demikian yang menghinggapi bila enggan berpikir. Tentu akan menjadi pribadi yang merugi bila saja hidup hanya sekadar hidup.

Baca juga: Tetap Produktif dan Lakukan yang Terbaik

3. Menemukan lingkungan kompetitif

Hidup itu berat bagi mereka yang ingin berkompetisi. Bukan dengan orang lain tapi dengan diri sendiri. Bagaimana setiap individu harus memiliki target untuk kemudian di eksekusi.

Terlebih bila kita bisa menemukan orang-orang yang memiliki frekuensi yang sama tentu kompetitifnes itu akan semakin berasa. Sesuatu yang membuat darah akan mendidik dan berupa optimal mencapai apa yang terbaik.

4. Menjadi diri sendiri

Atau lebih tepatnya tentu saja berproses menemukan jati diri. Apakah jati diri seseorang hilang, tentu saja tidak tapi dengan banyak belajar dan mencari tahu tentu lebih mudah untuk mengenali segala potensi yang ada.

Belajar itu sepanjang waktu dan hingga kapanpun tentu harus belajar. Sepakat dengan konsep bahwa semua orang itu guru. Tapi bukankah akan lebih seru bila bisa belajar dengan sistematis dan terstruktur.

Istilah yang sering muncul dalam dunia politik ini tentu benar. Semua akan berhasil dengan baik bila kita bisa melakukan segala sesuatu dengan sistematis dan terstuktur.

Dengan semua yang ada di atas langkah apa yang harus dilakukan agar jujur saya iri dengan kamu senantiasa menjadi energi positif. Masih bingung langkah strategis apa hendak di ambil bila dalam kondisi ekonomi serba ketidakpastian.

Satu pemikiran pada “Jujur, Saya Iri dengan Kamu”

Tinggalkan komentar