Tech

Strategi Menempatkan Diri (Blogger) di Tengah Gempuran Media Mainstream

Sharing is caring!

Mungkin saya dan beberapa rekan blogger ada yang merasa gelisah tentang jalan di pilih. Jalan di pilih ini adalah melihat realita bagaimana hampir semua tema menarik untuk di tulis telah dimakan media mainstream atau situs besar.

Tak percaya coba cek saja media mainstream sekelas Tribun, Tempo, Kompas, Detik atau yang lain. Mereka acapkali bercokol di pageone. Bila tidak tentu saja para penyedia hosting semisal MasterWeb dimana mereka menyediakan tutoroal yang sangat lengkap. Semua ulasan tentang dunia perbloggeran telah menjadi ladang gurih mereka.

Pertanyaan selanjutnya tentu saja sebagai seorang blogger amatir seperti saya dan kawan-kawan. Tema apa yang sekiranya bisa menjadi ruang aman yang bisa di pilih.

Mau menulis tutorial how to hampir semua situs besar telah membuatnya. Mau menulis berita atau news tentu bukan ranah karena kalah kecepatan dengan media mainstream.

Sering kita lihat media besar saat ini menyajikan berita dalam hitungan menit. Terlepas valid atau tidak mereka telah update dan bila terjadi kesalahan langsung bisa di tutup dengan berita berikutnya.

Melihat itu semua tentu harus membuat kita jeli mana yang bisa menjadi ceruk untuk kemudian di gali dan di olah. Bila tidak sekali lagi maka kita harus siap-siap tidak mendapat ruang pembaca.

Satu celah yang mungkin tidak akan di konsumsi mereka tentu saja bercerita tentang diri sendiri. Segala hal yang menarik tentang kehidupan sehari-hari bisa di tulis dan disajikan terutama dengan teknik berita kisah.

Dimana teknik feature ini memiliki kelebihan akan tetap enak di baca sepanjang masa. Tak ada kata basi atau kadaluarsa bila itu semua di sajikan dengan pilihan kata yang pas.

Tak harus menjadi publik figure atau orang terkenal. Semua orang itu istimewa tinggal bagaimana mengemasnya. Pelan tapi pasti pembaca setia itu akan datang dan tidak perlu menunggu harus menjadi orang terkenal untuk memiliki follower.

Paling penting tentu saja pahami kebutuhan pembaca. Bukan karena ingin viral dan terkenal kemudian menghalalkan segala cara. Ingat betul bahwa di luar sana masih mengacu konsep the bed news is the good news. Tak harus seperti itu juga untuk mendulang pembaca.

Miliki value yang ingin di jual tentu menjadi poin penting dan paling utama. Gunakan sedikit imaginasi tapi bukan fiktif. Gunakan hal itu untuk mengembankan cerita menjadi lebih menarik dan membuat pembaca penasaran dan menunggu kelanjutannya akan seperti apa.

Menjadi penting bagi blogger untuk berani bercerita tentang dirinya. Banyak hal menarik bisa di ceritakan apapun profesinya. Menjadi seorang siswa atau mahasiswa tentu banyak hal bisa di kupas mulai dari aktifitas di kampus hingga di luar kampus.

Pun mereka yang menjadi seorang pegawai atau freelancer tentu sekali lagi ada banyak hal bisa di ceritakan. Dalam tataran ekstrim mungkin mereka para pengurus jenasah atau mungkin yang memiliki profesi tak biasa memiliki kans untuk mendapat pembaca setia.

Tak harus menjadi seorang travel blogger atau food blogger yang akan bercerita pengalaman dan makan-makan mereka. Hal itu sudah biasa dan begitu mudah di temukan.

Jangan ragu untuk bercerita tentang diri sendiri. Ada banyak hal menarik bisa di bagi selama bisa menyajikan dengan tata bahasa yang baik dan benar. Terlebih gunakan bahasa diskriptif atau ajak pembaca seolah-olah ada di dalamnya.

Dalam hemat saya Personal Blog tetap akan memiliki nilai jual selama bisa mengemas daripada terjebak dalam tulisan yang bisa jadi tidak paham betul. Mungkin bisa di siasati dengan banyak membaca, melihat atau mendengar tapi tetap akan wahid bila penulis adalah pelaku yang ada di dalamnya hingga di nyatakan A1.

Seorang blogger yang akan bercerita tentang masakan tentu akan lebih di percaya bila ia adalah seorang koki. Bukan hanya tahu bahan itu di racik dan di rajang kemudian di berikan bumbu. Tapi itu semua harus ada emosi yang terkandung di dalamnya.

Dengan fakta ini tentunya seorang blogger tak perlu takut bahwa ia akan kehilangan niche. Karena tidak mungkin ada pihak lain yang akan mengambil. Kalaupun ada bisa jadi hanya sesama blogger karena sifatnya sangat khas dan original.

Paling mudah untuk belajar dalam dunia perbloggeran itu bagaimana melihat eksistensi emak-emak blogger. Mereka tetap akan menulis tanpa memperhatikan ada di hitam, putih atau abu-abu karena sejatinya blogger itu adalah ruang untuk menuliskan apa yang di lihat, dengar dan rasakan.

Alur cerita yang menarik dan pilihan kata yang pas menjadi kunci untuk menjadi seorang blogger yang di nanti. Saya menemukan beberapa diantara mereka yang tidak tahu wawasan lain selain menulis dan menulis tapi masih bisa bertahan hingga saat ini.

Oh iya berbicara tentang blog dan SEO bukankah ada 3 kategori blogger dari hitam, putih dan abu-abu. Sayapun yang telah ngeblog sejak beberapa tahun yang masih awam dalam hal ini.

Ketika mereka mengoptimasi blog atau artikel hingga berhari-hari maka sayapun bingung apa yang mereka kerjakan. Belajar lebih sebatas dari sesama blogger dan internet mungkin menjadi penyebab saya tidak paham betul.

Lain cerita mungkin bagi mereka yang mendapat pelatihan khusus atau memaksa diri untuk benar-benar menguasai. Cukup bagi saya blog bisa tampil dengan baik tanpa ada kendala atau error maka saya bisa terus menulis.

Konon mereka yang masuk kategori hitam atau black SEO itu terlalu banyak menggunakan kode atau script untuk mengakali algoritma google. Mereka yang masuk putih atau white SEO itu yang sama sekali tidak menggunakan perlakukan khusus dengan menggunakan plugin, tools atau script.

Dan mereka yang abu-abu di mungkinkan paling banyak karena mau di katakan hitam tidak, putih pun bukan. Mereka masih menggunakan treatment dengan batas normal untuk menghindari pinalti mesin pencari.

Realita yang tidak dapat terhindarkan tentunya. Barang siapa yang memancing di tengah laut berpotensi mendapat ikan besar. Namun jangan salah risiko yang siap mereka tanggung juga besar. Lain hal bila mereka memancing di bibir pantai, hasil relative sedikit dan pastinya risiko juga berkurang.

Mau menjadi seperti mereka yang tergabung hitam, putih atau abu-abu silakan. Yang paling penting menurut saya adalah berani jujur menjadi diri sendiri dan menyampaikan sesuatu apa adanya.

Berbekal kejujuran itu akan memudahkan kita untuk menjadi seorang blogger atau pelaku bisnis online. Seyogyanya judul di atas adalah strategi pelaku bisnis dalam menghadapi gempuran marketplace.

Namun itu saya rasa terlalu luas dan perlu di kerucutkan untuk memudahkan dalam membangu pola pikir dalam memulai sebuah usaha atau bisnis.

Yang membedakan kemudian bisa jadi bila bisnis online ada produk fisik atau jasa tapi bila blogger tentunya cukup spesifik dalam bentuk tulisan atau artikel. Kesamaan yang ada di dalamnya tentu di butuhkan hosting yang mumpuni.

Di antara sekian banyak peyedia hosting ada satu nama yang layak di pertimbangkan yakni MasterWeb. Penyedia hosting yang di akuisisi Exabytes tahun lalu itu senantiasa berbenah untuk menjadi yang terbaik.

Saat ini setidaknya ada 50.000 pelanggan yang telah mereka support sejak 2004 silam. Hosting murah Indonesia ini menawarkan murah dengan Rp 19.900/bulan kamu telah memiliki hosting yang siap menunjang bisnis online atau blog.

Kelebihan dari penyedia hosting ini antara lain menyediakan panduan yang sangat lengkap sehingga pemula pun akan bisa mengoperasikannya. Selain itu mereka melakukan daily backup dimana tak banyak yang melakukan hal ini.

Beli hosting di MasterWeb pengguna juga akan mendapatkan pengalaman dalam mengelola Control Panel Plesk. Mungkin kita tahu teknologi ini jauh lebih baik daripada C Panel yang kebanyakan masih di gunakan blogger atau pelaku bisnis online.

Paling saya suka dari MasterWeb ini senantiasa melakukan perbaikan khususnya dalam kaitan uptime. Di tahun 2020 ini mereka mampu menjaga uptime di atas 99,9 dengan durasi downtime dalam hitungan menit saja.

Di mana lagi bisa beli hosting bisnis terbaik dengan harga kompetitif dan segudang kelebihan bila bukan di MasterWeb Indonesia.

Show More

Related Articles

42 Comments

  1. Menulis tentang diri sendiri bikin saya maju mundur. Nggak pede. Padahal di lain pihak, saya juga ragu menulis dengan genre mainstream. Khawatir tulisan tidak terendus oleh mesin pencari. Gimana ya biar yakin dan pede nulis diri sendiri via blog?

    1. lakukan terus menerus aja mb, sy jg g pede tapi kl g gitu g ada warna.
      nanti anak baca apa tentang orang tuanya dong

  2. Saya sepakat, Mas. Tulisan dengan gaya feature akan tetap menemukan pembacanya karena biasanya ditulis mengalir dan menyentuh sisi-sisi personal. Ga menggurui karena lewat cerita yang alami–apa adanya. Sekarang memang blog makin menjanjikan buat mendulang keuntungan rupiah atau bahkan dolar. Ga heran kalau orang-orang jadi beli domain dan hosting–apalagi di era pandemi begini, bersyukur banget bisa dapet duit dari blog. Saya jadi pengin beli domain di Masterweb nih, intip-intip ah! Dari minggu lalu dah pengin beli domain buat blog baru lagi.

  3. kalo aku di jaman sekarang lebih suka disebut konten kreator dengan media blog atau youtube. jadi lebih bebas kita berkreasi asal tetap jalan jalur yang di tentukan.

  4. blogger tetap ada dihati pembacanya ya kak, aku yakin banget karena blogger punya sentuhan berbeda terhadap tulisannya yang ngga bisa ada di media mainstream
    Blogger juga banyak yang jujur kan ya. Jadi lebih dipercaya sih ya

  5. Yang penting terus menulis
    Pasti ada lahan atau celah yang tak bisa disentuh oleh media maentreim.
    Akan selalu ada pembaca
    Kalau tidak, mana mungkin saya bisa bertahan hampir sepuluh tahun.

  6. Benar juga ini. Strategi yang tak pernah terpikirkan oleh saya selama ini. Selama ini kebanyakan bahas masalah umum dan populer, yang padahal udah tahu bakal sulit bersaing dengan tribunews.

    1. sy beberapa waktu lalu ke tribun melihat proses produksi dan monitoring analitik mereka

      karena tim besar jadi wajar juga sih karena sdm mereka melimpah

  7. Rasanya pengen jumpa kamu deh buat tanya2 tentang hosting..wkwkwk asli 4 tahun ngeblog aku cuma pakai domain saja… dan taunya menulis menulis dan menulis pengalaman pribadi… jadi beneran gak faham Seo hitam putih apalagi abu abu… yang aku tau aku suka hijau…heheheh

  8. Betul mbak, menjadi publik figure itu bukan harus orang terkenal saja. Kita pun bisa, asalkan bagaimana mengemasnya. Tentunya jadilah publik figur yang dapat jadi contoh baik buat orang lain dong ya. Melalui tulisan kita, klo tulisan kita banyak dibaca oleh orang lain dan memberi manfaat, secara otomatis orang banyak mengenal kita dari tulisan

  9. Selama ngeblog, hal yang paling jarang saya tulis adalah tentang kehidupan pribadi. Belum berani untuk mengekspos diri sendiri karena merasa topiknya kurang menarik untuk dibaca orang. Mungkin lain kali, akan saya coba.

  10. Saya mungkin terlalu santuy ya karena nggak pernah mikirin gempuran media mainstream, kalau mau ngeblog yah nulis aja, sering blog walking, kalau ada yang baca dan suka ya alhamdulillah, ada kerjaan masuk alhamdulillah

  11. Aku kok punyaa kak, 1 blog khusus untuk menulis tentang kehidupan sendiri dan sekitar, kehidupan sekolah anak-anak, pengalaman yang sederhana yang layak untuk di share

  12. Saya ingat banget dulu punya tulisan yang ada di Page one google dan bahkan ada di urutan pertama dengan keyword tentang Manfaat Mendaki Gunung Bagi Anak-Anak. Tak lama kemudian tergeser oleh media mainstream yang mengambil judul yang sama dan poin-poin tulisan yang sama dengan saya. Bahkan persis memang meniru tulisan saya karena ia pun sertakan link ke blog saya. Duuh sebel banget.

  13. Baik… Suka dan benar banget, mari jadi blogger yang jujur dan berkarya, jika belum punya bisa beli di masterweb.. ntar di kepoin ah web master biar beli domain dan hosting

  14. Saya ingat banget punya artikel yang ada di Page one malah nomor satu lagi untuk salah satu keyword yang saya kehendaki eh taunya beberapa minggu atau bulan kemudian tergeser oleh media mainstream yang mengambil judul dan isi tulisan yang persis sama dengan saya. Media tersebut mengambil artikel dari tulisan tersebut dan di akhir tulisan mereka membuat link ke postingan saya. Sebel banget.

    1. itu kelebihan mereka mb, ada jg itu tulisan di kompasiana di tulis ulang di kompas kan aneh, penulis pro ambil di gratisan

  15. Koq pas sekali dengan pertanyaan teman ke saya ya Pak, hari ini dia tanya “apa aku arsipkan aja artikel curhatku? Toh ga ada yang baca”, dia habis belajar seo dan merasa tulisan yg ga ada keyword nya ga usah ada di blognya. Tapiiiii, benar banget ya, kita ini blog personal, justru curhat2 itu identitas kita. Bonding kita sama pembaca beda sama bonding pembaca media kakap

    1. betul itu mb, sy rasa itu kekuatan blogger bagaimana ia bisa berkomunikasi dengan pembaca yang bisa jadi sngat intens

  16. hmm saya masuk golongan mana ya? sebenarnya sih masuk ke putih, tapi belakangan jadi abu-abu deh kayaknya karena sedikit demi sedikit kepo juga pengen tahu tentang SEO dan maintenance ngeblog lainnya. ya gimana yaaa, itu kita butuh juga kan demi eksistensi dan agar blog juga lebih terkenal di mesin pencari, hihihih.
    tapi yang pastinya kalau nulis sih lebih suka mengalir dengan gaya bahasa sendiri, gak maulah ikut bayangan orang lain.

  17. Betul, keresahan yang sebetulnya sudah ada sejak dulu namun makin membesar di sekarang karena bukan hanya media utama namun juga alternatif mulai bermunculan, rasanya perlu bikin dengan usaha yang lebih keras namun tetap dengan sentuhan personal. Pun, bukan mengandalkan tulisan saja namun konten yg lain dg membutuhkan hosting yg berkualitas

  18. Dulu, saya sempat pesimis juga untuk kembali nulis di blog. Karena untuk apa juga nulis pengalaman pribadi di blog yang mungkin tidak akan menemukan pembacanya. Tapi setelah saya coba untuk aktif nulis lagi, ternyata masih ada teman-teman yang mau baca dan berkunjung.

    Bagi saya, sekarang blog bisa menjadi sarana untuk berbagi apapun hal positif. Menulis pun terasa sangat menyenangkan jika dilakukan dengan tulus dan ikhlas tidak mengejar pendapatan. Kedepannya sih saya ingin selalu bisa aktif nulis di blog saya.

    Jangan lupa berkunjung ya, mas

    1. betul itu mas tiap anu itu ada marketnya sendiri kok dan kita tak perlu kuatir, cukup nulis dan nulis aja

  19. Benar, mengisahkan diri sendiri memang jauh lebih mudah dengan gaya tulisan feature. Saya termasuk yg suka bercerita tentang pengalaman utk orang bisa memgambil hikmah dan pelajaran dari aoa yg pernah saya alami

  20. Dulu saya nulis blog krn hobi dan mencurahkan apa yg ada pikiran, semacam diary online. Tapi bersyukur banget makin ke sini blog malah bisa jadi tempat mendulang rupiah hehe.

  21. Jadi kiblatnya bagi kebanyakan blogger sekarang lebih ke income ya? Bukan “pure” lagi untuk berbagi ataupun berkreasi.
    Kalau pure dipakai sebagai media untuk curhat ataupun berbagi sesuatu, saya rasa tidak perlu takut dengan adanya kompetitor raksasa yang mencoba merebut semua keyword yang ada di search engine.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close