Suka Duka Ngeblog itu Nyata

Last Updated on 14 Januari 2022 by Joko Yugiyanto

Suka Duka Ngeblog – Ketika ada yang bertanya tentang suka duka ngeblog dari rumah tentu saja hanya bisa menjawab sisi sukanya saja. Hal ini karena memang saya tidak mendapati sisi duka dari kegiatan yang satu ini.

suka duka ngeblog
jokoyugiyanto.com

Ngeblog juga menjadi bagian yang tak terpisahkan dari diri saya. Dimana dengan menjalankan hobi yang satu ini, saya bukan hanya bisa mendapat kesenangan. Lebih dari itu saya bisa mendapat penghasilan yang cukup.

Saya katakan cukup karena angkanya belum lah fantastis. Dikatakan kurang terlalu naif bila kerja di rumah saja angka setara UMK bisa diraih.

Ngeblog juga menjadi quick win disaat saya harus kehilangan pekerjaan sebagai akibat adanya pandemi. Bayangkan, begitu pandemi masuk tanah air, nama saya menjadi salah satu yang pertama harus kehilangan pekerjaan.

Pekerjaan sebagai recruiter disalah satu perusahaan pembiayaan dimana saya telah bergabung lebih dari 5 tahun. Praktis dengan pengurangan jumlah karyawan yang mencapai 50 persen artinya tim rekrutmen untuk sementara waktu tidak bisa dipekerjakan.

Sejak Maret 2021 saya tidak lagi menyandang sebagai karyawan aktif. Baru di bulan Oktober 2021 saya aktif kembali sebagai karyawan.

Selama 7 bulan itu saya mendapat penghasilan dari dunia blogging dan benar-benar menjadi fulltime blogger. Dimana saya cukup ngeblog dari rumah dan bisa berpenghasilan.

Dunia yang tidak asing bagi saya karena sehari-hari usai jam kantor memang saya menekuninya. Selama itu pula saya menikmati bekerja dari rumah dengan jam kerja yang sangat panjang.

Ngeblog bukan lagi sebatas hobi tapi telah mengarah ke profesi dan harus digarap dengan cara profesional. Dimana ada banyak ilmu khususnya berkaitan dengan dunia marketing saya dapati.

Manfaat NgeBlog dari Rumah yang Perlu Kamu Tahu

Beruntung saya mengenal dunia tulis menulis atau jurnalistik sejak 2004. Dimana saya kuliah jurusan psikologi dan mengikuti lembaga pers mahasiswa.

Kala itu sebagai sosok yang masih idealis tentu saja banyak menyuarakan aspirasi yang dibumbui “menye-menye.” Sebagai anak psikologi yang melihat segala sesuatu dengan sudut pandang kesehatan mental.

Usai lulus kuliah meneruskan hobi di bidang jurnalistik dengan bergabung pada salah satu media mainstrem terbesar di tanah air. Namun sayang ternyata hasrat untuk jalan-jalan keliling Indonesia begitu kuat.

Cukup 13 bulan sebagai kuli tinta memutuskan untuk bekerja sebagai bagian dari tim Human Capital. Alasan klasik tentunya, yakni bisa keliling Indonesia.

Benar saja sebagai Human Capital Area bisa menjelajah hampir seluruh pulau yang ada di tanah air. Puas dirantau memutuskan untuk pulang kembali ke kampung asal.

Menariknya jiwa untuk menulis itu tetap membara. Berbekal konsep yang ada dan pemahaman akan proses produksi sebuah media maka lahirlah Kanal Jogja.

Satu situs yang banyak mengulas tentang Kota Jogja. Membidik berbagai isu tentang potensi wisata, kuliner dan budaya. Berharap bisa memberikan banyak informasi bagi mereka yang ingin ke Kota Gudeg ini.

Kanal Jogja sendiri saat ini telah masuki tahun ke 7. Ada ribuan artikel di dalamnya yang diharapkan mampu memberi selayang pandang bagi siapa saja yang penasaran ada apa di Jogja hari ini.

Selain mengelola Kanal Jogja juga bergabung dengan perusahaan pembiayaan. Dari pertama kali masuk hingga saat ini masih betah menjadi bagian dari tim rekrutmen.

Baca juga: Menjadi Fulltime Blogger di Tengah Wabah Corona

Suka Duka Ngeblog itu sesuatu banget:

1. NgeBlog itu Berbagi

Dengan menulis saya bisa berbagi banyak informasi ke masyarakat luas. Satu cara sederhana untuk berbagi. Bagaimana kita turut memberikan energi positif di lini masa.

Menutup berbagai berita negatif hingga menjurus hoax tentu menjadi kebahagiaan tersendiri. Ternyata bisa memberi manfaat dengan cara sederhana.

Tanpa harus keluar biaya kita masih bisa memberi yang lain. Minimal adalah orang-orang yang membutuhkan informasi.

Oh ya selain Kanal Jogja dan personal blog ini saya masih ada beberapa blog lain yang mengulas tentang bisnis development, dunia human capital khususnya bidang rekrutmen hingga seputar blogging dan teknologi.

Ada beberapa situs yang coba saya bangun sebagai tempat bercerita atas apa yang menjadi kegelisahan dan sedikit ide atau gagasan yang ada. Bukan sesuatu yang wah tentunya tapi setidaknya dengan cara itu saya bisa jujur saat menyatakan sesuatu.

Di awal pandemi saya kehilangan pekerjaan selama 7 bulan dan selama itu pula saya bertahan hidup dengan rajin menulis di blog. Selain dapat pemasukan dari iklan pastinya dapat juga dari hasil mengikuti lomba blog.

Tidak harus juara, yang paling penting adalah bagaimana dengan menulis saya bisa menuangkan kegelisahan. Satu metode katarsis atau menuangkan unek-unek dan syukur-syukur dapat penghasilan dari kegiatan paling menyenangkan di dunia ini.

Aktif kali pertama ngeblog sejak 2009 dan serius sejak 2014 membuat saya yakin menjadi blogger bukan pilihan yang salah. Terutama dengan adanya pandemi dimana kita bisa bekerja dari rumah dan mendapat penghasilan.

2. NgeBlog itu Menambah Relasi

Iya, manfaat menulis itu pastinya bisa menambah relasi khususnya sesama blogger. Bukan hanya di satu kota tapi antar kota.

Bagi kalangan blogger tentu saja mereka bisa saling mengenal dari Blogger Indonesia, Blogger Jakarta, Blogger Jogja dan masih banyak lagi. Selain itu saya bisa berkesempatan mengikuti ajang dunia blogging yang difasilitasi Badan Nasional Penanggulangan Terorisme hingga Bank Indonesia.

Satu pengalaman yang tak terlupakan tentunya. Dimana berbagai workshop mereka perkenalkan dan mau tidak mau kita akan ketemu lintas bidang. Tidak hanya dengan sesama blogger tapi juga ada developer, content creator dan lain-lain.

Bayangkan bila saya tidak mengenal dunia yang identik dengan konten digital ini. Hampir bisa dipastikan tidak bisa bertemu mereka.

3. NgeBlog itu Bertumbuh

Menulis bukanlah satu pekerjaan tanpa persiapan. Ada banyak hal yang harus dipelajari untuk kemudian bisa dituangkan dalam semua media online.

Sebagai contoh, ketika seorang blogger ingin mengulas tentang dunia digital. Tidak mungkin akan memulai menulis tanpa mempelajari seluk beluknya.

Secara sederhana saya ingin mengatakan, untuk bertahan sebagai blogger maka ada tuntutan harus senantiasa belajar. Tanpa kegiatan itu maka bisa dipastikan tulisan akan hambar, miskin informasi dan bisa jadi menyesatkan.

4. NgeBlog itu Industri

Banyak diantara kawan yang bukan blogger sering bertanya. Kenapa kamu masih setia menulis dan tahun ini bila di lihat dari blog pertama saya adalah tahun ke 12.

Mungkin mereka hanya menduga, oh itu memang hobinya Joko. Tapi bila mereka yang tahu lebih dalam menulis adalah satu industri yang seksi. Dimana kita bisa ngeblog dari rumah dan tetap berproduksi tanpa batas ruang dan waktu.

Tidak perlu waktu khusus, tidak perlu tempat khusus. Dimanapun kita kegiatan menulis itu bisa dilakukan. Bahkan ketika tidak ada internet dan laptop sekalipun.

Seringkali ketika saya terbersit sebuah gagasan atau kegelisahan yang ingin dituangkan dan hanya ada kertas dan pulpen maka itu saya katakan cukup. Menuangkan semua yang ada baik di hati dan pikiran tanpa editing.

Biarkan semua tumpah sebanyak mungkin hingga diri ini merasa lega. Setelah itu bila ada laptop maka saya tinggal menyalin. Dan kemudian bila ada internet saya akan memposting.

Sangat sederhana sekali bukan dan sangat sayang bila tidak dilakukan. Cara ini juga pastinya bisa menjadi alat terapi paling efektif.

Berbagai energi yang biasanya hanya akan dipendam maka disini akan dicurahkan. Tak ada energi berlebih dalam tubuh yang bisa jadi meledak seketika karena berada dalam kondisi normal kembali.

Dengan semua manfaat itu yakinkah kamu akan meninggalkan profesi yang begitu menyenangkan ini. Terlebih untuk satu tulisan bukan lagi hanya dihargai belasan atau puluhan ribu saja.

Kini untuk satu artikel dibuat telah dihargai dengan ratusan hingga jutaan rupiah. Klien yang didapat pun bukan hanya orang lokal saja tapi juga warga asing.

Dulu saya tidak pernah membayangkan akan mendapat upah atau fee berupa dollar dan dibayar menggunakan paypal. Dan saat ini adalah sebuah keniscayaan.

Tidak berharap tapi kalau saja badai pandemi tidak kunjung usai dan saya kehilangan pekerjaan untuk kali kedua. Setidaknya saya telah miliki jangkar yang akan menopang keluarga untuk tetap bertahan.

Terlepas dari apa saja suka duka ngeblog, satu yang pasti kini menjadi jalan ninjaku.

Tinggalkan komentar