Gejala Tipes Pada Anak dan Tindakan Pengobatan di Rumah yang Bisa Dilakukan

Tipes bagi saya bukanlah kosa kata baru. Bukan karena pernah merasakannya, tapi lebih karena pernah miliki teman SD yang terkena. Tak ingin terjadi khususnya pada anak-anak maka saya pun mencoba mencari berbagai informasi terkait gejala tipes pada anak.

gejala tipes pada anak
shutterstock.com

Ketika dewasa tak terlalu rajin bekerja ada juga kawan yang bilang, “awas jangan gila kerja nanti kena tipes lho.” Satu kewaswasan tentunya, dimana tipes bisa dialami oleh semua orang, baik itu pada anak-anak maupun orang dewasa.

Namun, khusus pada anak-anak tentu sangat dibutuhkan peran aktif para orang tua. Mengenali gejala tipes pada anak tidak bisa diwakilkan.

Mereka yang cukup dewasa bisa jadi bila sakit akan dengan sadar minum obat dan pergi ke dokter. Lain cerita bila anak-anak sakit, di mana ia hanya akan mengaduh dan bila kita tanya lebih detail tidak bisa menjawab sepenuhnya.

Gejala Tipes Pada Anak yang Mudah terlihat

Tidak semua gejala tipes pada anak akan langsung terlihat. Khususnya pada orang tua yang minim literasi akan dunia kesehatan.

Berbeda dengan para orang tua yang cukup miliki wawasan yang baik berkaitan dengan kesehatan. Mereka sepintas lihat pun akan langsung paham bila anak sedang tidak baik-baik saja.

Tipes atau demam tifoid adalah satu penyakit yang disebabkan adanya infeksi dari bakteri Salmonella typhii. Bakteri ini akan mudah menular pada makanan atau minuman yang kotor.

Selain itu pada proses makanan yang tidak hiegienis. Menjadi penting pula dalam proses memasak untuk pastikan tidak saja matang tapi bakteri dan kuman mati.

Tidak saja ditularkan melalui makanan dan minuman. Bakteri ini juga bisa dibawa orang (karier) yang pernah sakit tipes.

Ada beberapa gejala tipes pada anak yang bisa dikenali antara lain:

1. Demam

Demam pada anak menjadi penanda pertama yang mudah terlihat dan dirasakan. Kondisi ini akan tambah parah setiap harinya.

Biasanya setiap hari akan bertambah panas setidaknya pada 7 hari pertama akan naik 0.5 derajat Celcius. Pada minggu kedua biasanya pada siang panas akan turun dan jelang sore hingga malam akan naik kembali.

2. Nadi melambat

Selain demam yang bisa dilihat pada titik nadi. Di mana mereka yang terkena tipes selain demam tinggi disertai nadi melambat. Pengecekan ini setidaknya bisa dilakukan tiap 30 menit.

3. Nyeri kepala

Mereka yang terkena tipes biasanya juga akan merasakan nyeri pada kepala. Selain itu badan terasa tidak nyaman.

4. Lidah kotor

Cara lain yang bisa dilihat untuk mengetahui anak sedang tidak baik-baik saja tentu saja pada lidah. Mereka yang sehat akan miliki warna segar sementara yang sakit akan terlihat lidah kotor tidak seperti biasanya.

5. Hilang / berkurang nafsu makan

Anak-anak setidaknya makan dalam satu hari itu bisa 3 atau 4 kali. Dan bila saja mereka enggan makan padahal telah kita siapkan sayur / lauk kesukaan maka ini bisa jadi penanda.

6. Diare, mual, muntah, kembung

Pada kondisi yang kian parah akan disertai diare atau masalah pada perut. Tak jarang mereka mual kemudian muntah.

7. Kesadaran menurun

Perhatikan kesadaran pada anak dan jangan sampai hilang. Jangan biarkan mereka sendiri dan sebisa mungkin temani karena dalam fase ini hilang kesadaran bisa saja terjadi.

Menjadi penting kemudian bila menemukan tanda-tanda tersebut untuk segera ke rumah sakit atau dokter terdekat. Jangan sampai terlambat karena pertolongan pertama harus segera diberikan.

Sesudah itu bila memang dokter memberi izin untuk perawatan di rumah maka perhatikan dengan seksama apa yang harus dilakukan. Bukan hanya pada konsumsi obat-obatan tapi juga tindakan lain yang harus dilakukan.

Cara Mengobati Tipes pada Anak

Berbekal informasi dan obat-obatan dari dokter para orang tua bisa mengobati tipes pada anak. Beri ruang yang cukup baik agar anak segera sembuh dan seperti sedia kala.

Perlu orang tua lakukan untuk anak segera sembuh:

1. Bed rest

Mereka yang butuh bed rest atau istirahat total bukan hanya orang dewasa saja. Anak-anak yang sakit atau terkena tipes pun diharuskan demikian.

Singkirkan berbagai kondisi yang membuat anak enggan beristirahat. Bila perlu temani sebisa mungkin dan tidak banyak gerak.

2. Kompres kepala anak

Bila demam masih cukup tinggi dan tidak segera turun ada baiknya anak dikompres. Jangan lupa obat yang diberikan dokter untuk diminum sesuai petunjuk.

3. Makan bubur tinggi kalori dan protein

Seperti kita tahu bahwa tipes yang diserang adalah saluran cerna atau usus. Jangan beri makanan keras dan ganti dengan bubur lembut tapi tinggi kalori dan protein.

4. Cukupi cairan tubuh

Jaga anak tetap ketercukupan cairan. Terutama pada anak-anak yang sering BAB atau muntah agar tidak terjadi dehidrasi.

Bila dalam beberapa hari tidak ada tanda-tanda ke arah yang lebih baik. Sangat disarankan untuk datang kembali ke dokter untuk dilakukan pemeriksaan.

Jangan sampai kemudian terjadi komplikasi dan muncul penyakit lain yang lebih parah. Terlebih tipes ini menjadi salah satu penyakit unik dimana ia sering kali kambuh pada satu dan kondisi tertentu.

Tinggalkan komentar