To Do

Pengalaman Tak Menyenangkan Transaksi Online Jangan Salah Pilih Market Place

Ongkos belajar itu mahal tak dapat di nafikan. Dan kali ini saya akan belajar menghindari pengalaman tak menyenangkan transaksi online. Bagaimana di pengalaman untuk kali pertama tertipu hampir Rp 2 juta di transaksi pertama dalam sekejab menggunakan aplikasi Bukalapak.

Bukan sepenuhnya salah mereka karena ini juga terdapat sumbangsih saya berupa kebodohan. Namun menjadi pertanyaan kemudian ternyata tak hanya saya tapi juga ada pengguna marketplace ini yang mengeluhkan pengalaman serupa.

Satu hal yang bisa saya tarik tentu saja sistem keamanan yang belum begitu baik. Bila memang cukup mampu melindungi pengguna harusnya tak ada cerita pengalaman tak menyenangkan transaksi online.

Cerita bermula dimana saya mendapat informasi bahwa di bukalapak ada diskon sepeda lipat hingga 40%. Wajar dong sebagai manusia kemudian saya tertarik untuk melakukan transaksi.

Tak butuh waktu lama kemudian saya chat penjual / pelapak via aplikasi. Dan benar di jelaskan ada diskon tersebut. Pelapak juga menggaransi produk sesuai dengan aslinya dan bila ada ketidaksesuian untuk di tukar kembali.

Tak langsung percaya kemudian saya menanyakan alamat toko yang diketahui bernama Juara Cycle yang beralamat di Pondok Pinang, Jakarta. Wah toko dekat ni dan bisa ambil kalau mau pikir saja.

Setelah menanyakan ketersediaan barang dan di bilang ada kemudian saya mentransfer sejumlah uang sesuai tagihan via Virtual Account. Di sini masih aman karena mereka menggunakan rekening bersama yang artinya uang akan di berikan setelah pembeli konfirmasi mendapat barang.

Tak lama kemudian ada whats up masuk mengatasnamakan admin Bukalapak dengan nomor 0823-9894-4455 yang akan memberikan kode diskon. Karena tak percaya maka saya pun DM via aplikasi ke toko dan benar dari informasi pemilik toko kode akan di berikan via WA.

Lagi-lagi kebodohan saya mengikuti instruksi yang disampaikan pelapak. Disini saya masih merasa belum tertipu karena chat secara resmi dimana mereka menggaransi keamanan.

Namun kecurigaan saya muncul saat di informasikan server salah satu market place di tanah air ini down dan saya harus mengulang transaksi. Bila tidak maka uang yang saya belanjakan tidak bisa di tarik.

Mana mungkin perusahaan sekelas mereka memiliki server tidak cukup baik untuk handle konsumen. Kecurigaan makin bertambah disaat oknum yang mengatasnamakan admin meminta proses pembelian di ulang kembali yang artinya saya harus transfer 2 kali.

Disinilah mulai gelisah dimana kemudian saya cek transaksi dibatalkan karena tidak ada stok barang. Selain itu ada sejumlah pembelian pulsa hingga Rp 1,5 juta ke no XL 0877-1173-1951 dan pembelian Reborn Baby Boy Doll Alive senilai Rp 412.000,-

Tak lama kemudian saya mencoba telpon CS yang infonya melayani 24 jam dan nyatanya tidak bisa di hubungi. Tak menyerah maka saya menggunakan Twitter untuk menghubungi CS.

Tak lama kemudian saya di pandu Bella untuk complain ini. Ada beberapa informasi dan bukti di minta dan saya kirimkan. Setelah itu diminta untuk menunggu email dari penyelidikan pihak mereka.

Dua belas jam berlalu dan tidak ada kabar yang saya terima. Mencoba konfirmasi ulang via twiter dan tidak ada hasil dari penyelidikan di maksud.

Mencoba iklas itu yang bisa di lakukan. Tapi sedikit jengkel juga marketplace sebesar mereka tidak memiliki standar keamanan yang baik dalam melindungi pengguna. Terutama para pengguna baru yang memiliki harapan bahwa aplikasi ini memudahkan transaksi.

Benar saja kemudian saya cari beberapa informasi terkait kasus serupa. Tak hanya satu dua tapi ternyata ada cukup banyak yang mengeluhkan standar keamanan mereka.

Bagi kalian yang belum mendapat pengalaman tak menyenangkan transaksi online harus berpikir ulang untuk melindungi aset kalian. Jangan sampai menitipkan bisnis pada mereka yang tidak bisa memberikan jaminan keamanan.

Masih berharap hingga kini paling tidak ada ungkap kasus yang dilakukan pihak penyedia usaha bukan pihak kepolisian. Yang artinya mereka menawarkan bisnis yang aman bukan abal-abal.

Show More

Related Articles

3 Comments

  1. Innalillaahi wainailaihi roji’uun. Turut prihatin, mas. Terkadang memang bukan melulu karena nominal transaksinya, tapi rasanya kalau kasus seperti ini tidak ditangani, kasian korban-korban yang lain nantinya, ya. Semoga segera ada tindakan demi perlindungan pembeli-penjual pada markerplace.

    Btw.. push notinya, engga bisa di close ya, mas? 😀

  2. Loh bukannya kalau transaksi dibatalkan sama pedagang nya . . Ga langsung uang balik ke rekening virtual kita ya mas. .

    Saya pengalaman receh dulu, mereka ga ada stok. . Dana langsung balik penuh ke rekening dana. . Malah g ngabarin kalau ga ada barang, ditanyain baru ngasih info memang barang habis dan uang langsung dikembalikan. . Memang sich nominalnya kecil ratusan ribu aja..

    Yg unik baru2 ini beli buku . . Transaksi batal karena aplikasi yang nganter (waktu itu ninja) error dan bilang barang ga nyampe. . Uang langsung balik dong.. sabar aja kata pelapaknya. . Nanti juga barang sampe. . Bener dong. . Barang sampe tapi uang sudah dikembalikan. . Alhasil harus transfer manual. . Lah kalau saya bilang barang ga nyampe kan bisa aja ya secara ada notifnya. . Barang ga bisa dikirim. .

    Memang penerapan aplikasi secara on line saya sendiri masih belum 100 % percaya benar. .

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close