Psychology

Tidur adalah Hobi Saya; Tetap Produktif dalam Kekonyolan

Naif bila mengatakan tidur adalah hobi saya tapi dengan kegiatan ini setidaknya bisa menemukan satu cara untuk stabilkan emosi di kala dalam tekanan. Dengan kata lain tidur adalah bentuk kantarsis yang saya pilih.

Dalam beberapa hari terakhir ini mungkin tidur adalah jumlah terbanyak yang pernah ku lakukan dalam sepekan. Entah kenapa bila dulu senantiasa menjaga tidur itu harus lewat pukul 00.00 WIB. Bagai Cinderella, bila belum melewati batas kurang afdol.

Banyak pertanyaan bergelayutan tak tahu mana satu demi satu yang harus di jawab. Pun demikian banyak pekerjaan rumah yang tak terselesaikan hingga tidur menjadi pelampiasan.

Tak ada hal lain ku lakukan selain tidur saat stres. Walaupun mungkin akan lari untuk memenuhi perut dengan aneka sampah organik.

Produktifitas menurun itu pasti. Hanya segelintir tulisan yang naik di blog dan mayoritas hanyalah pesanan. Bukan tentang kegelisahan atau ketakutan yang akan terjadi di masa yang akan datang.

Tidur adalah hobi saya seolah menjadi tumbal atas kekalahan dalam pertarungan dunia. Seolah rehat sejenak mengendapkan apa yang ada di hati dan pikiran.

Sejatinya diri ini ingin menjaga tidur seperlunya. Kalau perlu 5 jam dalam sehari jagalah itu. Selebihnya mencoba menuangkan apa yang ada dalam benak dalam bentuk lain.

Beruntung saya pribadi memiliki passion dalam hal menulis. Setidaknya apa yang menjadi kegelisahan dan pemikiran bisa di tuangkan dalam beberapa blog yang ada.

Mencoba berpikir sesuai tempatnya, mungkin ini yang coba dilakukan. Perbedaan jenis tulisan dan konten di letupkan dalam wadah berbeda.

Mau bahas perihal personal ada wadah, teknologi ada, wisata Jogja juga ada. Pun demikian bila ingin berbicara tentang wisata lokal Indonesia secara keseluruhan juga ada.

Saya pun mencoba mengelola tentang serba serbi dari kacamata Islam. Tak menguasai memang tapi setidaknya berusaha untuk lebih dekat dengan agama sekaligus sebagai pengingat.

Masih tentang hobi saya adalah tidur. Cara ini juga cukup efektif untuk memanjakan diri, kontrol diri setelah satu minggu tubuh dan pikiran di paksa terus bekerja dan berpikir.

Bagai mesin mereka juga butuh istirahat atau bila tidak sudah pasti overload dan jebol. Tak mau kan bila hal itu terjadi. Sama halnya dengan kamu, gila kerja boleh tapi tetap ada batasan.

Ingat kesehatan itu mahal. Sebanyak apapun uang didapat bila pada akhirnya sakit tak berguna juga dan bisa jadi apa yang didapat tidak cukup untuk berobat.

Kalau ada yang mengatakan tertawalah sebelum tertawa itu di larang maka ada baiknya tidurlah sebelum tidur itu di larang. Tetap produktif meski hobi tidur dan ingat tidur tidak menyelesaikan masalah.

Show More

Related Articles

One Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close