Tentang Unpaid Leave Karyawan

Last Updated on 13 Agustus 2020 by Joko Yugiyanto

Oke beberapa waktu lalu saya update status via laman facebook dan twitter. Dan isinya adalah “kamu pengen saya nulis saya tentang apa”. Dan ada satu request yang cukup menarik yakni terkait unpaid leave karyawan.

unpaid leave karyawan
jokoyugiyanto.com

Bagi mereka yang sebelum Corona ini ada masih bekerja dan saat ini belum bekerja bisa jadi ia sedang menjalani unpaid leave karyawan. Atau dalam bahasa sederhana adalah cuti karyawan tidak dibayar.

Satu bahasan yang bisa jadi sebelumnya tidak pernah muncul karena sangat jarang ada kejadian ini. Namun begitu Covid-19 masuk tanah air begitu mudah mendengar kata unpaid leave karyawan.

Unpaid leave karyawan bisa jadi jalan tengah untuk menyelamatkan kedua belah pihak. Baik itu pihak perusahaan maupun pihak pekerja.

Maksud saya seperti ini, dengan adanya corona virus atau yang lebih dikenal Covid-19 mau tidak mau operasional perusahaan menjadi terbatas. Bahkan tak sedikit mereka harus gulung tikar karena sama sekali tidak bisa produksi.

Baca juga: Kantong Menipis, 5 Cara Mendapatkan Uang dari Rumah

Dengan unpaid leave karyawan ini setidaknya masih ada harapan kelak, bila kondisi normal pekerja langsung bisa join kembali tanpa harus mencari kerja lagi. Adanya unpaid leave karyawan ini tidak memutus hubungan kerja antara karyawan dengan perusahaan.

Meski dalam undang-undang atau aturan dikatakan tidak kerja tidak dibayar tapi sejumlah hak seperti asuransi dan BPJS tetap diberikan. Kalau gaji tidak diterima itu wajar saja karena memang karyawan tidak bekerja.

Tak ada perusahaan ataupun karyawan yang senang dengan adanya kondisi ini dan kemudian memunculkan unpaid leave karyawan. Tapi sekali lagi menurut saya meski sebagai pekerja, kapal tetap harus diselamatkan meski harus mengurangi sejumlah awak kapal.

Berat rasanya bagi karyawan yang hanya memiliki satu sumber penghasilan tanpa kemampuan lain untuk bertahan. Tapi hal ini ternyata terbantahkan juga.

Sering mendengar bukan, tidak semua orang memiliki gaji tapi semua orang memiliki rezeki. Paska menjalani hari kerja terakhir otak akan dipaksa terus berputar untuk bagaimana bisa bertahan hidup.

Ora ubet ora wareg, tidak gerak maka tidak ada penghasilan. Rumus yang sangat sederhana dimana selama kita masih bisa berusaha maka akan ada pendapatan.

Tak jarang mereka yang menjalani unpaid leave karyawan mencoba peruntungan ditempat lain. Ada yang beruntung dan ada yang berjodoh. Tapi tak sedikit pula yang kurang beruntung karena kondisi ini tidak terjadi pada satu dua perusahaan.

Bisa jadi ada ratusan ribu perusahaan bernasib serupa. Lihat saja beberapa bulan terakhir begitu mudah ditemukan ada jutaan pekerja di PHK karena perusahaan tidak bisa beroperasi.

Kalau kamu salah satu orang yang bernasib kurang beruntung karena termasuk dalam kategori unpaid leave karyawan jangan sedih. Kamu tak sendiri, masih ada banyak orang diluar sana.

Gunakan kesempatan ini untuk mengasah kemampuan. Dan pastinya momentun ini akan mengajarkan kamu untuk bersyukur. Bila selama ini sering mengeluh beratnya pekerjaan yang harus diselesaikan.

Maka nanti bila pandemi ini berakhir akan hadir menjadi pribadi yang lebih baik. Syukur-syukur nantinya kamu memiliki sumur pendapatan yang lebih banyak sebagai akibat bisnis atau usaha yang dirintis selama di rumah.

Tinggalkan komentar