Idea

Mencoba Menjadi Fulltime Blogger di Tengah Wabah Corona

Di saat semua orang bisa di bilang terpuruk karena wabah Corona ada satu satu celah yang bisa saya ambil. Pun kamu atau yang lain bisa juga melihat hal yang sama. Bila jeli ada hal lain yang bisa kita lakukan. Kalau bagi saya tentu mencoba menjadi fulltime blogger itu menuntaskan cita-cita yang tertunda.

Dimana dalam satu bulan saya harus menyusun target yang hendak di capai. Setelah itu kemudian menyusun rencana apa saja yang harus dilakukan untuk menuntaskannya.

Tak tahu sampai kapan wabah ini akan berakhir. Berharap tak lebih dari satu bulan tentunya karena hal ini juga akan berimbas dengan rencana yang akan disusun dan di eksekusi.

Bagi saya pribadi menjadi fulltime blogger memiliki tuntutan dimana jam kerja tidak boleh kurang dari 8 jam. Sebisa mungkin minimal adalah 10 jam hingga 12 jam.

Jam kerja pun akan berubah drastis dimana bila dulu selama kerja di kantor mulai kerja pukul 08.15 WIB dan pulang 16.30 WIB. Tapi kini jam kerja menjadi tidak beraturan dan bisa jadi tengah malam menjadi waktu terbaik untuk Work From Home.

Bila siang atau sore di tanya ke mana tentu jawaban terbaik adalah memanjakan bocah semata wayang. Dimana di usia keemasan ia butuh betul perhatian kedua orang tuanya.

Bila tidak tentu saja memilih surga di siang hari. Tidur siang menjadi pilihan terbaik dimana saya hampir tak pernah mendapatkannya. Tetap produktif menjadi kunci utama.

Disini kemudian saya tak hanya akan menulis untuk satu atau dua blog semata tapi saya pastikan lebih. Mengingat ada beberapa blog yang harus saya kelola dan minimal harus ada 200 artikel yang harus terbit.

Tak hanya itu saja tapi juga harus memperbaiki jumlah follower baik untuk instagram maupun twitter. Bukan hal aneh bukan bila kemudian blog harus disertai dengan 2 media sosial itu.

Untuk Facebook, Fanspage dan Linkedin mungkin akan saya abaikan tapi lebih di push dari artikel. Dan setelah itu coba kita lihat hasilnya satu bulan ke depan.

Untuk target pendapatan karena saya berpikir menjadi seorang blogger bukan hanya masalah hati semata. Tapi kini lebih sebagai sebuah industri dimana dengan serius saya akan menggarap semua itu.

Menjadikan apa yang semua dikerjakan layaknya pekerja kantoran. Hanya saja saat ini lebih menekuni menjadi fulltime blogger. Berharap passion ini menjadi ladang yang cukup menjanjikan dimasa krisis seperti ini.

Bukankah saya masih memiliki tanggung jawab sebagai seorang ayah dan suami. Di mana setiap bulan tetap harus menafkahi anggota keluarga.

Maka tidak ada alasan untuk mengatakan Corona menjadi penghambat untuk meneruskan jalan hidup. Tak ada wabah ini pun bila kita tidak bisa berpikir kreatif pun hidup kita bisa akan selesai.

Kreatifitas itu yang akan selalu saya pegang. Di manapun, kapanpun nilai itu harus dipegang bila tidak ingin tersisih. Kreatifitas itu gratis, hanya butuh berpikir dan bertindak di luar batas normal.

Tak perlu takut bila ada yang mengatakan, “kamu itu nyeleneh atau terlalu kreatif”. Bahkan mereka yang mengatakan hal itu saya anggap sebagai dukungan. Menjadi beda tak harus membuat kita minder selama kita yakin dengan apa yang kita kerjakan.

Beruntung saat ini dimana saya tidak bisa mendapat penghasilan rutin karena wabah Corona masih ada ladang-ladang lainnya. Meski masing-masing ladang tak begitu besar tapi bila secara kuantitas lumayan banyak maka hasil akhirnya tak jauh beda.

Oleh karena itu meski saat ini saya di karantina, hanya berdiam diri di rumah dan bekerja di rumah saya tak perlu takut kehilangan 100% penghasilan. Sisi lain tentunya saya akan lebih banyak punya waktu untuk belajar hal lain yang sempat terabaikan.

Satu hal yang paling saya syukuri tentunya dimana setelah hampir 5 tahun menjadi pekerja kerah putih memiliki kesempatan untuk kembali menjadi seorang fulltime blogger. Khusus dalam membuat blog biasanya saya akan membuat coret-coretan atau semacam blueprint untuk memudahkan eksekusi.

Oke tulisan ini saya buat sesaat sebelum benar-benar memasuki dunia freelancer dalam keterbatasan. Bagi yang penasaran boleh kenali saya dengan klik ini. Apa yang dirasa dan dilakukan kemudian akan saya tulis dalam artikel selanjutnya.

Dan kamu bila saat ini menjadi terdampak wabah Corona apa yang akan di lakukan….

Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close