Tantangan di Era Pandemi, Antara yang Bangkit dan Tersisih

Last Updated on 11 Maret 2021 by Joko Yugiyanto

Pandemi bukan alasan untuk berhenti berkarya. Justru kondisi ini memaksa siapapun untuk lebih bisa “ubet.” Satu tantangan di era pandemi dan kita harus berhasil melaluinya.

tantangan di era pandemi
instagram.com/bloggercrony

Ada banyak cara pastinya dan masing-masing orang bisa jadi memiliki strategi masing-masing. Satu cara dan upaya untuk bisa lebih adaptif dengan kondisi yang terjadi.

Tidak boleh menyerah dan kalah apapun alasannya. Jangan sampai kita menambah deretan nama yang terpuruk.

Tantangan di Era Pandemi sebagai Pekerja Kreatif

Menjadi blogger atau pekerja kreatif menjadi satu pilihan yang telah saya ambil sejak beberapa tahun lalu. Dimana selama itu pula saya menginvestasikan waktu, tenaga dan pikiran untuk terus menjadi lebih baik.

Dalam kondisi normal bisa jadi semua berjalan dengan baik. Lain cerita dengan adanya pandemi dimana ada satu hal dan lainnya yang tidak bisa kita jangkau karena keterbatasan akses.

Keterbatasan ini bisa jadi hambatan bagi sebagian orang. Namun demikian bisa jadi tantangan di era pandemi. Bukan hanya untuk blogger dan pekerja kreatif semata tapi untuk semua kalangan.

Bahkan perusahaan atau industri yang tidak siap pun akan menelan pil pahit. Hal serupa juga terjadi pada individu bila tidak bisa adaptif.

Harus ada cara baru / metode baru untuk tetap bisa bertahan. Dan beruntung bagi mereka yang telah dekat dengan teknologi dimana tantangan di era pandemi ini besar kemungkinan lebih mudah dilalui.

Artinya mereka memiliki previlage untuk lebih bisa bertahan daripada mereka yang masih berpikir dan bersikap konvensional.

Paling sederhana bila dulu banyak kegiatan atau event yang digelar secara offline. Namun kini tidak lagi, semua harus berbasis teknologi. Beruntung dengan adanya Zoom dan Google Meet dimana event pun bisa digelar tanpa kendala.

Pun demikian dalam proses belajar kita bisa memanfaatkan teknologi kekinian. Ada banyak kelas bisa dipilih dan diambil untuk up skills dari mulai yang gratisan hingga berbayar.

Baca juga: Menjadi Fulltime Blogger di Tengah Pandemi

BloggerDay 2021 Keluarga Jempolan

Satu event yang cukup menarik dan saya ikuti di era pandemi ini tentu saja BloggerDay 2021 Keluarga Jempolan. Selama satu hari penuh kita akan dicekoki berbagai wawasan menarik terkait dunia blogging dan strategi menghadapi tantangan di era pandemi.

Tak ada yang terlewatkan, dari pertama mulai sekitar pukul 10.00 WIB saya telah bergabung. Cukup menjadi penonton setia dan dalam diam berusaha mencuri semua ilmu yang ada.

Bagi kawan-kawan blogger yang ada di Indonesia dan tidak bisa ikut sudah pasti akan menyesal. Dimana dalam event ini kita bisa belajar banyak hal dengan mereka para ahlinya.

Selain itu bisa langsung berbagi cerita dan mendapat respon dari para pengisi acara. Secara pribadi kesempatan paling berkesan tentu saja saat Kang Maman present.

Dimana beliau dalam membuat sebuah konten mengikuti kaidah atau kode etik jurnalistik. Beruntung bagi saya yang pernah bergabung di lembaga pers mahasiswa, media mainstream terbesar di tanah air dan Aliansi Jurnalistik Independen.

Artinya sedikit banyak saya sudah mendapat gambaran apa yang harus dilakukan untuk mencipta konten yang baik. Bukan hanya asal booming tapi juga mengikuti kaidah yang ada.

Belajar tak mengenal usia dan ternyata masih banyak hal yang harus diperbaiki. Dan pastinya berharap kembali Komunitas Bloggercrony Indonesia mengadakan event serupa.

Bagaimana para blogger bisa mendapat edukasi yang baik dalam memproduksi sebuah konten. Terus terang, saat ini peran media salah satunya diciptakan oleh para blogger dan bila tidak mendapat asupan yang cukup justru menjadi bumerang.

Selain membuat gaduh dunia maya bisa jadi akan terkena jerat UU ITE. Tak mau bukan itu semua terjadi maka siapapun itu harus pahami rambu-rambu yang ada.

Baca juga: Cara Mudah Menangkap Peluang di Tengah Pandemi

Ini Dia Agendanya

Sedikit mundur ke belakang, pada sesi awal saya dan ratusan peserta yang tergabung dalam BCC Squad diajak jalan-jalan gratis ke Amerika Serikat dalam Virtual Family Trip. Ada Kang Idfi Pancani yang begitu apik memandu kami selama perjalanan.

Entah ia belajar dimana tapi kemampuan storytelling yang diberikan begitu luar biasa. Mulai dari naik pesawat hingga mengunjungi satu demi satu objek wisata yang ada di negeri Paman Sam.

Membuat siapapun yang diajak jalan-jalan meski secara virtual tapi tampak nyata. Tak ada canggung atau ragu menunjukkan kelasnya yang memang patut diacungi jempol.

Usai istirahat ada diskusi “daging banget” yang dipandu Helen Simarmata bersama Kang Maman dan Shafiq Pontoh. Kita yang suka main kata-kata pastinya tak asing dengan para narasumber.

Kang Maman dikenal sebagai pemulung kata-kata yang sering hasilkan karya begitu menyentuh. Dimana diksi dan permainan nada begitu kuat. Membuat siapa saja bisa termehek-mehek.

Sementara itu Shafiq Pontoh dikenal sebagai penggiat media sosial. Pria kelahiran Bandung ini mampu membidani kelahiran sejumlah komunitas berbasis media sosial.

Menjelang sore nampaknya Bloggercrony ingin memanjakan emak-emak. Dimana mereka angkat isu “Tantangan Pembelajaran Jarak Jauh.”

Dalam diskusi ini dihadirkan Ifa H Misbach selaku psikolog klinis dan Kania Safitri yang lebih dikenal sebagai mom influencer. Ada perdebatan cukup menarik dalam menghadapi tantangan di era pandemi.

Mereka yang siap menjadi Keluarga Jempolan sudah pasti akan bangkit dan bisa menyerap wawasan lebih banyak. Hal ini karena masyarakat kian melek dengan internet.

Sebaliknya mereka yang menolak dengan adanya perubahan yang ada kemudian tersisih dan terpinggirkan. Ketidakmampuan dalam beradaptasi bisa jadi biang keladi atas kegagalan sistem pendidikan.

Acara yang harusnya tuntas pukul 17.00 WIB gagal total. Antusiasme peserta tak terbendung dan ingin tambahan waktu.

Dimana mereka ingin acara ini terus berlanjut. Ada banyak hal yang ingin digali dan mencoba menemukan solusi atas permasalahan yang ada.

Dari kegiatan selama satu hari ini pun muncul ide-ide brilian. Tentang bagaimana upgrade dalam dunia blogging dan empowering. Yang mana secara tidak langsung akan meningkatkan networking.

Suksesnya event besar ini tentu atas dukungan sejumlah pihak. Selain pengurus Bloggercrony masih ada KITATAMA EVENT dan mereka yang tergabung dalam bloggerprenuer mulai dari @duorajistore, @katalensaku.photoworks, @ebigsoo_fashion_, @anesacooking, @geraiaksesoris2, @aykoprojects, @makarame,
@resepdapurayah, @dapursesukahati, @hennahijab_collection @asiboostertea, @kitatama.id, @sreehandmate, dan @photo_coffee_.

Tak lupa ada host Gita Siwi dan moderator Helen Simarmata yang mendampingi selama event. Saya pribadi sebagai
pendukung #BloggerDay2021 berharap event ini datang lagi dan bisa belajar lebih banyak hal tentang lainnya.

Satu pemikiran pada “Tantangan di Era Pandemi, Antara yang Bangkit dan Tersisih”

  1. acara BloggerDay 2021 emang keren banget kak, acara seharian rasanya masih kurang ya. btw semoga tahun depan dapat undangan lagi biar bisa hora-hore lagi

    Balas

Tinggalkan komentar